Liga 2 2021

Jordyno Putra Dewa Ungkap Alasannya Hengkang dari PSIM Yogyakarta

Jordyno Putra Dewa mengonfirmasi tak lagi menjadi penjaga gawang PSIM Yogyakarta selepas lolos ke babak 8 besar Liga 2 2021

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Dok PSIM Yogyakarta
Jordyno Putra Dewa 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jordyno Putra Dewa mengonfirmasi tak lagi menjadi penjaga gawang PSIM Yogyakarta selepas lolos ke babak 8 besar Liga 2 2021.

Dari informasi yang dihimpun Tribun Jogja, kebanyakan pemain PSIM memang dikontrak hingga berakhirnya fase grup Liga 2 2021atau dalam 10 pertandingan.

Kepada Tribunjogja, Jordyno bercerita mengaku kalau sebenarnya ia telah menerima perpanjangan kontrak dari manajemen Laskar Mataram untuk kembali memperkuat tim melalui babak 8 besar.

"Iya saya sudah tidak lagi sama PSIM untuk babak 8 besar nanti, cuma untuk saat ini diminta ibu di Malang buat pulang dulu," katanya, Minggu (5/12/2021).

Selain itu, alasan Jordyno hengkang dari klub berlogo tugu pal putih tersebut karena memilih untuk menyelesaikan urusan kuliahnya dulu di kota kelahirannya, Malang, Jawa Timur.

"Ini juga saya mau ngurus nilai-nilai kuliah dulu," ujar pemain yang juga berkuliah di IKIP Budi Utomo, Malang itu.

Bersama PSIM Yogyakarta sejak awal musim kompetisi Liga 2 lalu, Jordyno belum pernah mencatatkan sekalipun menit bermain.

Pemain kelahiran 26 Juli 1997 itu berada di bawah bayang-bayang eks penjaga gawang Persib Bandung, Imam Arief Fadillah dan rekannya yang lain Junaidi Bakhtiar.

Apalagi setelah Imam Arief kerap tampil piawai mengawal gawang PSIM dan mencatatkan nirbobol pada pertandingan ketiga melawan Persis Solo.

Catatan tak pernah tampil Jordyno di skuat Laskar Mataram berbarengan dengan dua pemain lainnya, Dadang Tri Sismon dan Kadek Dimas.

Dengan pamitnya eks kiper Persiba Bantul itu belum diketahui apakah pelatih PSIM, Seto Nurdiyantoro bakal menambah opsi penjaga gawang atau tidak.

Namun ia mengisyaratkan bakal merekrut beberapa pemain di posisi striker, winger dan pemain bertahan.

"Dengan kondisi yang ada, dengan beberapa pemain yang tidak fit, mungkin seperti center back, striker, dan mungkin satu yang dalam pertimbangan antara gelandang atau winger," kata Seto.

Artinya ketika ada pemain di posisi tertentu mendapat akumulasi kartu atau cedera, praktis pilihan pemain bakal berkurang.

Apalagi terhitung PSIM hanya memiliki 27 pemain dari kuota maksimal sesuai regulasi sebanyak 33 pemain.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved