Rubrik Music Zone: Milestone Rilis Single Kedua "Gemerlap Gelap"

Lari atau menghindar dari sesuatu yang menakutkan acap kali dipilih sebagai keputusan terbaik. Namun single kedua band alternative rock, Milestone

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Band alternative rock, Milestone. 

TRIBUNJOGJA.COM - Lari atau menghindar dari sesuatu yang menakutkan acap kali dipilih sebagai keputusan terbaik. Namun single kedua band alternative rock, Milestone berjudul "Gemerlap Gelap" memberi gambaran bahwa pada satu titik, ketakutan terbesar dalam hidup pun harus dihadapi.

Gemerlap Gelap merupakan single kedua dari band yang beranggotakan Bhima Dwika (vokal/gitar), Yoga Bhakti (gitar/synthesizer), Arroyhan (keyboard/synthesizer), Aulia Rakhman (bass), dan Witra Prima (drums), setelah meluncurkan single pertama bertajuk "Semesti Semesta", 4 Maret 2021 lalu.

Lagu "Gemerlap Gelap" menceritakan tentang sebuah fase dimana rasa tertekan dan kebingungan yang muncul semakin memuncak, namun pada akhirnya, jalan yang bisa dilakukan adalah melihat dan menerima atas kenyataan yang terjadi, dan melangkah maju melanjutkan hidup. 

Atau dalam pendekatan 5 Stage of Grief, fase ini termasuk ke dalam fase tertekan (depression) menuju ke fase Penerimaan (acceptance).

Baca juga: Info Prakiraan Cuaca BMKG DI Yogyakarta Hari Ini Sabtu 4 Desember 2021

"Walaupun kesedihan masa lalu tidak bisa dihilangkan, namun bisa hidup di situasi saat ini adalah hal yang penting, karena di setiap gelapnya malam, selalu ada lentera yang yang akan bersinar terang didalamnya," ujar sang vokalis, Bhima Dwika.

Konsep komposisi dari lagu "Gemerlap Gelap" adalah perpaduan dari musik British Pop, Alternative Rock, dan Ambient Sound yang kental yang memiliki dimensi ruang cukup lebar yang menggambarkan jangkauan bayangan dan pandangan manusia.

Lagu "Gemerlap Gelap" akan menduduki track ke – VI (keenam) dalam bagian dari album penuh dari Milestone yang akan dirilis pertengahan tahun 2022 mendatang. Namun, ada beberapa perbedaan untuk versi single "Gemerlap Gelap" yang dirilis kali ini dengan versi yang nantinya akan dimasukkan ke album.

Dalam single version yang Milestone rilis kali ini, komposisi isian instrumen gitar tidak penuh dan digantikan dengan instrumen synthesizer dikarenakan kondisi Yoga, gitaris dari Milestone yang belum pulih sepenuhnya akibat patah tulang karena kecelakaan lalu lintas, sedangkan di versi album nantinya, mereka berharap komposisi dari lagu ini bisa lebih utuh dengan aransemen yang lengkap.

"Kosongnya beberapa komposisi gitar pada lagu ini membuat kami harus lebih memutar otak supaya aransemen yang dihasilkan tetap utuh dan penuh walaupun tanpa adanya instrumen gitar yang dimainkan oleh Yoga. Komposisi gitar tersebut akhirnya diganti dengan synthesizer," kenang Bhima Dwika.

"Hanya saja, dengan kurangnya komposisi gitar yang dimainkan Yoga, aransemen yang kami bangun akan melewati banyak hambatan dan tentu saja tak semudah membalikkan telapak tangan. Kami memerlukan waktu lagi agar semua pondasi benar – benar kokoh," sambung Arroyhan.

Waktu yang ditempuh Milestone untuk mengerjakan lagu ini kurang lebih selama 4 bulan dengan mengalami berbagai cerita dan berbagai kendala. Masih ada beberapa celah kekosongan pada keseluruhan komposisi, namun pada akhirnya berhasil mereka kemas dengan baik dengan segala kekurangan dan keterbatasan yang mereka alami.

Diakui mereka, proses total rekaman yang dilakukan cukup memakan waktu dan energi.

"Sampai akhirnya, kami merasa terlarut dalam keadaan dan memutuskan untuk menyelesaikan lagu ini bagaimanapun hambatan dan keterbatasan yang sedang kami alami," lanjut Witra Prima.

"Pada proses pengerjaan lagu ini, kami mengolah hambatan, keterbatasan dan segala yang kami rasakan dan alami ke dalam lagu ini. Contohnya, saya mengolah hasil x – ray berupa gambar patah tulang yang saya touch up sedemikian rupa sehingga dapat lebih merepresentasikan pesan dari lagu ini, antara keterbatasan dan harapan," sambung bassist Milestone, Aulia Rakhman.

Akhirnya, Milestone sadar bahwa yang menjadi kunci untuk momen saat ini adalah terus melangkah, entah langkah sekecil apapun itu, akan tetap menjadi batu pijakan yang pada akhirnya akan menjadi tonggak sejarah yang akan selalu dikenang.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved