UPDATE Gunung Merapi 1 Desember 2021: Keluarkan 5 Kali Guguran Lava Pijar 2 Km Ke Barat Daya
Gunung Merapi mengeluarkan 5 kali guguran lava pijar ke arah Barat Daya dengan jarak luncur maksimal 2 Km, Rabu (1/12/2021).
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Gunung Merapi mengeluarkan 5 kali guguran lava pijar ke arah Barat Daya dengan jarak luncur maksimal 2 Km, Rabu (1/12/2021).
Hal tersebut terlihat dalam pengamatan selama enam jam Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), mulai pukul 00.00-06.00 WIB.
Kepala BPPTKG, Hanik Humaida mengatakan, secara meteorologi, cuaca cerah dan berawan.
Angin bertiup lemah ke arah tenggara. Suhu udara 13-21 °C, kelembaban udara 77-85 %, dan tekanan udara 835-954 mmHg.
Baca juga: Peringatan Cuaca Ekstrem BMKG Rabu 1 Desember 2021, Hujan Deras Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah
“Secara visual, gunung jelas hingga kabut 0-I. Asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 200-300 m di atas puncak kawah,” jelasnya.
Gempa guguran terjadi sebanyak 41 kali dengan amplitudo 3-18 mm berdurasi 17-166 detik.
Hembusan terjadi lima kali dengan amplitudo 3-5 mm berdurasi 19-44 detik.
Gempa hybrid atau fase banyak berjumlah lima kali dengan amplitudo 3-7 mm, S-P : 0.6-0.8 detik durasi 7-9 detik.
Tektonik jauh terjadi satu kal dengan amplitudo 13 mm, S-P 18 detik berdurasi 73 detik.
“Gunung Merapi saat ini masih berada di Level III atau siaga,” katanya.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor tenggara-barat daya.
Cakupan potensi sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.
Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Baca juga: Tata Cara Salat Jamak Lengkap dengan Syarat-syarat dan Hukumnya
Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.
Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.
“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” tandasnya. (ard)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/visual-gunung-merapi-dilihat-dari-desa-balerante-kecamatan-kemalang.jpg)