Persijap Jepara Vs PSIM Yogyakarta: Tekad Laskar Mataram Tentukan Nasibnya Sendiri ke Babak 8 Besar
Sejak awal, pelatih PSIM, Seto Nurdiyantoro memang tak ingin nasib timnya ditentukan hasil pertandingan lainnya.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM Yogyakarta- PSIM Yogyakarta bakal menentukan sendiri nasibnya menuju babak 8 besar Liga 2 2021/22, saat jumpa Persijap Jepara pada laga pamungkas penyisihan Grup C di Stadion Manahan, Solo, Selasa (30/11/2021).
Sejak awal, pelatih PSIM, Seto Nurdiyantoro memang tak ingin nasib timnya ditentukan hasil pertandingan lainnya yang mempertemukan Persis Solo lawan PSCS Cilacap, Senin (29/11) semalam.
Benar saja, Laskar Nusakambangan menjaga asa ke babak 8 besar usai mempermalukan Persis Solo yang diperkuat sejumlah pemain bintang, dengan skor 2-1.
Itu membuat kans skuad asuhan Frans Sinatra Huwae untuk lolos menemani Persis Solo ke 8 besar masih terbuka, menggeser PSIM dari posisi kedua dengan jumlah poin sama, namun unggul head-to-head atas Laskar Mataram.
Praktis, PSIM Yogyakarta cukup butuh hasil seri saja alias tambahan 1 poin atas Persijap Jepara pada pertandingan yang akan digelar pukul 18.15 WIB, untuk menentukan nasibnya sendiri menuju babak 8 besar.
Tak akan mudah bagi Beny Wahyudi dkk. untuk mengandaskan Persijap kali ini, meski tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu sudah tak punya kans untuk merebut tiket lolos ke babak 8 besar.
Dari pertandingan terakhirnya pekan lalu, Persijap mampu menahan imbang PSCS Cilacap dengan skor 1-1.
Di sisi lain Persijap Jepara merupakan salah satu tim yang baru menelan kekalahan sekali dari sembilan laga sebelumnya, dengan catatan dua kali menang dan sisanya seri.
Laga pamungkas ini diprediksi akan berlangsung menarik karena ambisi PSIM untuk melangkah ke babak selanjutnya, dan Persijap yang akan tampil lepas.
Apalagi pada pertemuan keduanya pada putaran pertama, Laskar Kalinyamat mampu menahan PSIM dengan skor 2-2. Pertemuan tersebut tentu menjadi bahan evaluasi bagi Busary dkk. untuk mencari kelemahan lawan.
Kendati begitu PSIM pastinya akan tampil habis-habisan demi mengamankan tiket lolos 8 besar. Sejak awal, Seto Nurdiyantoro juga sudah mewanti-wanti anak asuhnya untuk tak bergantung dengan hasil Persis Solo lawan PSCS.
"Ya, memang kalau menang atau seri, PSIM sudah pasti lolos, tapi yang jelas saya sudah wanti-wanti ke pemain kita fokus ke tim, tidak perlu lihat hasil Persis dan Cilacap," tegasnya. PSIM Yogyakarta saat ini kemungkinan akan kehilangan sang kapten, Purwaka Yudi akibat cederanya yang belum membaik. Namun bukan Seto jika tak menemukan pengganti eks Arema FC itu untuk ditempatkan sebagai tameng di lini belakang.
Pilihan lini belakang PSIM sampai saat ini ada Jodi Kustiawan, Sunni Hizbullah, Syarif Wijianto, atau Taufik Hidayat. Keempat pemain tersebut juga kerap dimainkan Seto dan mampu menampilkan performa terbaiknya.
Adapun Taufik Hidayat kerap dipasang sebagai bek kanan, dan Syarif Wijianto sebagai gelandang bertahan dalam beberapa pertandingan Laskar Mataram. Di lini depan, Arbeta Rockyawan, Sugeng Efendi, dan Hapidin diperkirakan bakal mengisi sebelas utama. Sedangkan lini tengah, Yudha Alkanza, Ahmad Basith, dan Ilhamul Irhaz bakal diturunkan sejak awal.
Sementara itu, Seto melihat pertandingan ini akan cukup seru karena Persijap Jepara merupakan salah satu tim yang cukup konsisten di Grup C. "Harapannya kita bisa raih hasil maksimal," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/komentar-seto-setelah-psim-yogyakarta-menangi-laga-derbi-mataram-lawan-persis-solo.jpg)