Breaking News:

Tempat Wisata di Sleman Tetap Buka Selama Nataru, Dibatasi 50% dari Total Kapasitas

Suparmono: "Saat ini sekitar 70-80 persen, dari total 122 destinasi wisata sudah menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Mona Kriesdinar
instagram/puncaksegoro
Ilustrasi destinasi wisata 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Destinasi wisata di Kabupaten Sleman dipastikan tetap beroperasi dan menerima kunjungan wisatawan selama libur akhir tahun. Namun, ada sejumlah pembatasan sesuai ketentuan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 62/2021 tentang pencegahan dan penanggulangan Covid-19 saat libur Natal dan tahun baru.

"Iya. Objek wisata masih tetap buka (akhir tahun), sesuai dengan ketentuan (Inmendagri)," jelas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Suparmono, Rabu (24/11/2021).

Meski objek wisata tetap buka, ada sejumlah ketentuan yang harus dipatuhi. Di antaranya, tetap menerapkan prokes yang lebih ketat dengan pendekatan 5 M. Yaitu, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan.

Lalu, membatasi jumlah wisatawan 50 persen dari total kapasitas. Diterapkan pula pengaturan ganjil-genap. Tidak boleh ada kerumunan. Tidak diperbolehkan pesta perayaan dengan kerumunan di tempat terbuka ataupun tertutup

Kemudian, mengurangi penggunaan pengeras suara yang menyebabkan orang berkumpul secara masif. Membatasi kegiatan seni, budaya, dan tradisi, baik keagamaan maupun non-keagamaan yang biasa dilakukan sebelum pandemi Covid-19. Selain itu, diharuskan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Menurut Suparmono, sejauh ini banyak destinasi di Sleman yang sudah menerapkan aplikasi tersebut. "Saat ini sekitar 70-80 persen, dari total 122 destinasi wisata sudah menggunakan aplikasi PeduliLindungi," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan, pihaknya tidak menutup destinasi wisata di akhir tahun. Sebab, jika destinasi wisata yang sudah buka kembali ditutup maka dampaknya terlalu besar. Karenanya, objek wisata tetap buka.

Namun demikian, dia meminta kepada pengelola wisata agar melakukan pembatasan sesuai ketentuan. Yaitu, tidak menggelar pesta yang dapat membuat kerumunan. Pasalnya, hal tersebut berpotensi menjadi penularan virus Covid-19.

"Jangan ada kegiatan tertentu seperti pesta kembang api atau yang dapat menimbulkan kerumunan. Khawatirnya bisa timbul penyebaran dan berpotensi klaster baru," tutur dia.

Pemkab Sleman akan menyiapkan sejumlah skenario awal untuk membatasi kunjungan wisatawan saat libur Natal dan tahun baru. Di antaranya membentuk posko gabungan. Kemudian diperkuat dengan pemantauan di sejumlah tempat wisata. Utamanya berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan dan jumlah pengunjung dalam satu destinasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved