Breaking News:

Jelang Akhir Tahun, Harga Minyak Goreng di Sleman Mulai Naik

Menjelang akhir tahun, beberapa harga bahan pokok di pasar mulai merangkak naik. Salah satunya adalah minyak goreng.

freepik.com
Ilustrasi Minyak Goreng 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menjelang akhir tahun, beberapa harga bahan pokok di pasar mulai merangkak naik. Salah satunya adalah minyak goreng.

Menurut pantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, harga minyak goreng kemasan naik dari harga Rp 17.500 per liter menjadi Rp 18.500 per liter.

Sementara minyak goreng curah juga tak jauh berbeda hanya selisih Rp 500 per liter atau Rp 18.000 per liter.

Baca juga: Dispuspa Kabupaten Magelang Menjadi Kearsipan Terbaik Se-Jateng, Bupati Minta Ini

Menanggapi fenomena tersebut, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meminta masyarakat agar tidak panik.

Pasalnya kenaikan tersebut tidak hanya terjadi di Kabupaten Sleman.

Saat ini Pemkab Sleman terus malakukan pemantaau harga di pasar rakyat.

Pihaknya juga akan melakukan pengendalian agar kenaikan harga tersbeut tidak menyebabkan dampak yang luas.

"Kemarin sudah difasilitasi dari Disperindag DIY dan Bulog dengan ada operasi pasar di prambanan sebanyak 500 paket. Harga per paket Rp 25.000 berisi 1 liter minyak goreng dan 1 kilogram gula pasir. Selain itu kita juga pantau agar pasokan serta distribusi cukup dan aman," katanya melalui keterangan tertulis, Kamis (25/11/2021).

Orang nomor satu di Kabupaten Sleman tersebut meminta masyarakat agar berbelanja dengan bijak.

Ia memastikan stok kebutuhan bahan pokok di Kabupaten Sleman masih aman menjelang akhir tahun.

"Yang penting masyarakat belanja yang bijak. Jangan ada panic buying apalagi sampai ada aksi penimbunan," sambung Kustini.

Baca juga: BREAKING NEWS: Tak Bisa Berenang, Remaja Asal Girisubo Gunungkidul Meninggal Tenggelam di Telaga

Ia menambahkan pemerintah pusat tengah menyiapkan aturan terkait penjualan minyak goreng.

Ke depan minyak goreng tidak boleh dijual curah. Sehingga semua produk minyak goreng yang diedarkan harus dalam bentuk kemasan.

"Tahun depan semua minyak goreng itu harus dalam kemasan. Tujuannya untuk menjamin keamanan pangan. Di Sleman sendiri ada satu perusahaan produsen minyak goreng dan rencananya kita juga akan koordinasi. Tapi kita masih menunggu spek standar kemasan dari Kemendag," imbuhnya. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved