Breaking News:

Sidebar

Polresta Yogyakarta Terjunkan Pasukan Hantu Malam untuk Berantas Kejahatan Jalanan

Sejak Sabtu (21/11/2021) dini hari lalu, warga Kota Yogyakarta merasa resah sebab aksi kejahatan jalanan yang lazim disebut klitih muncul kembali.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Mona Kriesdinar
Tribunjogja/Miftahul Huda
Seorang saksi mata bernama Purwanto menunjukan lokasi terjadinya aksi baku hantam di kampung Kadipaten, Selasa (23/11/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejak Sabtu (21/11/2021) dini hari lalu, warga Kota Yogyakarta merasa resah sebab aksi kejahatan jalanan yang lazim disebut klitih muncul kembali. Setidaknya terdapat dua Tempat Kejadian Perkara (TKP) tindak kejahatan jalanan itu pada Sabtu dini hari lalu.

TKP pertama terjadi pengeroyokan terhadap seseorang di Jalan Kyai Mojo, Tegalrejo, Kota Yogyakarta. Hingga kini polisi masih memburu pelaku tersebut, dan kini kasus itu sedang dalam penyelidikan Satreskrim Polresta Yogyakarta.

TKP kedua, seorang pelajar berinisial AM (16) harus menderita luka sayatan di punggung, akibat terkena senjata tajam.

AM dikejar oleh gerombolan remaja bersepeda motor serta bersenjata tajam saat ia hendak mampir di sebuah SPBU kawasan, Mergangsan, atau tepatnya di Jalan Kolonel Sugiono, Kota Yogyakarta.

Teror kejahatan jalanan pun masih berlanjut.

Terbaru gerombolan remaja tak bertanggung jawab itu tiba-tiba membuat onar di Kampung Kadipaten, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta pada Selasa (23/11/2021) dini hari.

Meski belum ada korban yang melapor ke kepolisian, namun diakui warga sekitar kejadian itu sangat meresahkan.

Polisi pun dibuat geram atas aksi kenalakan remaja yang berubah menjadi perilaku brutal tersebut.

"Menindaklanjuti banyaknya kejadian ini, sekarang kami mulai ada patroli rombongan motor dan remaja," kata Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro, saat dihubungi Selasa (23/11/2021).

Sebagai langkah tegas, pihaknya telah membentuk tim yang direncanakan untuk menjaring para remaja yang bertindak kriminal.

Tim itu diberi nama Puma alias Pasukan Hantu Malam, yang diisi anggota kepolisian dari berbagai satuan di Polresta Yogyakarta. "Sudah ada, tapi silent. Namanya Tim Puma (Pasukan Hantu Malam)," jelasnya.

Purwadi enggan menjelaskan, ada berapa anggota polisi yang menjadi bagian dari tim tersebut. Kendati demikian, dia memastikan bahwa para anggotanya sudah mulai bekerja termasuk melakukan patroli malam.

Menanggapi keributan yang terjadi di Kampung Kadipaten, pada Selasa dini hari lalu, Purwadi belum bisa berkomentar lebih jauh sebab kasus itu kini masih dalam penyelidikan. "Nanti, saya pastikan dulu. Soalnya kemarin saya sampai jam 3 dini hari ada giat di Sleman," ungkapnya. (hda)

Baca Tribun Jogja edisi Rabu 24 November 2021 halaman 01

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved