Lima Buku George Orwell yang Mesti Kamu Miliki Wajib Baca
Nama George Orwell di kalangan pembaca buku tak asing lagi terlebih para pencinta karya sastra
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
Tribunjogja.com - Nama George Orwell di kalangan pembaca buku tak asing lagi terlebih para pencinta karya sastra.Hal ini sendiri dikarenakan George Orwell begitu lihai dalam membuat karya-karya tulisnya.
George Orwell banyak mencetuskan berbagai karya tulis dalam bukunya. Ia juga dikenal sebagai intelektual yang mengkritik sastra.
Dengan kekonsistenannya secara terus menerus pekerjaannya menulis yang telah lama.
Juga menopang hidupnya sebagai pengulas buku membuat ia memengaruhi dunia kritik sastra.
Orwell nama aslinya Eric Arthur Blair, Motihari, 25 Juni 1903 -21 Januari 1950.
Ia adalah sastrawan asal Inggris yang terkenal dengan bukunya, antara lain Nineteen Eighty-Four dan Animal Farm.
Selain sebagai penulis handal, Orwell juga pengarang dan jurnalis.
Untuk itu, beberapa karya buku Orwell ini penting untuk kamu ketahui dan menjadi rekomendasi bacaan karya George Orwell:
1. Animal Farm
Buku ini merupakan buku yang membuat nama Orwell dikenal banyak orang di dunia. Dengan judul terjemahan Binatangisme, Orwell mengkritik luar biasa kekuasaan.
Dalam karya sastra berbentuk sebuah novel pendek, Orwel, menyajikan sebuah cerita apik tentang hewan yang menggulingkan kekuasaan manusia di sebuah peternakan bernama Manor.
Selain itu, buku ini ditulis semasa perang dunia II dan diterbitkan semasa Indonesia merdeka alias 17 Agustus 1945.
Sebenarnya buku ini, menceritakan tentang totalitarianisme Uni Soviet dengan toko-toko di dalam novel tersebut para hewan.
Buku ini sanggat rekomendasi menjadi bahan bacaan buat kamu penyuka sastra dengan politik. Ketika membacanya kamu seolah-olah diajak kembali ke masa peperangan dunia II.
2. Nineteen Eighty-Four Atau 1984
Buku ini juga membuat Orwell dikenal banyak orang di penjuru dunia seperti halnya dengan buku Animal Farm. Nineteen Eighty-Four Atau 1984 merupakan novel fiksi yang bertemakan distopia dalam ruang lingkup ilmu sosial.
Dalam buku ini, Orwell, memusatkan tentang seputar totalitarianisme, pengintaian massa, dan pengendalian pola pikir dan perilaku orang-orang di dalam masyarakat.
Kemudian, buku ini pertama kali terbit pada 8 Juni 1948 juga buku kesembilan serta buku yang terakhir disajikan Orwell sampai hayatnya menjemput.
Cerita yang disajikan Orwell dalam novel ini mengimajinasikan masa depan tepatnya pada tahun 1984. Sebagaimana ketika hampir seluruhnya dunia telah terjatuh dalam peperangan tiada akhir, pengintaian besar-besaran oleh pemerintah di mana-mana, sejarah dimanipulasi, dan juga propaganda.
Buku ini sanggat menarik untuk kamu baca, bagaimana sosok Orwell berdialog dengan masa depan di tahun 1984. Juga relevan dengan kondisi kontemporer.
3. Down and Out in Paris and London
Karya berikutnya dari Orwell yang mesti kamu baca, yaitu Down and Out in Paris and London terjemahan bahasa Indonesianya: Terbenam dan Tersingkir di Paris dan London. Terbit pada tahun 1933.
Melalui karya pertamanya ini menggunakan nama pena George Orwell membuat ia ke kancah sastra Inggris, juga pada akhirnya kancah dunia.
Dalam buku ini, Orwell menuliskan tentang pengalaman hidup miskin di Paris, lalu di Inggris. Dua tema yang disajikan Orwell dalam buku ini, yaitu kemiskinan di dua kota.
Targetnya kepada audiens kelas ekonomi menengah dan ekonomi atas yang notabene berpendidikan mengekspos kemiskinan di dua kota makmur Paris dan London.
Sebagaimana di Paris Orwell kerja kasual di restoran dapur dan di London Orwell hidup di pinggiran. Buku ini cocok bagi kamu yang ingin mengenal hidup orang cilik melalui buku.
4. Burmese Days
Tak kalah penting dengan karya-karya sebelumnya, Orwell, dalam buku Burmese Days menerbitkan kali pertama novelnya tersebut.
Dalam Novel pertamanya ini, Orwell, menyajikan potret sisi gelap dari Raja Inggris.
Berlatar belakangkan di Burma Inggris selama hari-hari memudar kekaisaran, dan ketika Burma diperintah dari Delhi untuk sebagai bagian dari India.
Novel pertama Orwell ini diterbitkan pada tahun 1934. Menarik untuk dibaca juga dan dipahami pesan yang ingin disampaikan Orwell.
5. A Clergyman’s Daughter
Selanjutnya karya yang mesti kamu baca dan beli dari karya Orwell ialah A Clergyman’s Daughter dan terbit pada 1935.
Buku ini merupakan Novel yang menceritakan kisah dari Dorothy Hare, putri pendeta.
Sebagaimana hidupnya menjadi terbalik ketika Hare menderita serangan amnesia. Novel ini merupakan eksperimental Orwell paling formal dan sebuah bab yang ditulis dalam bentuk dramatis.
Namun, ia tidak pernah puas dan dia meninggalkan sebuah instruksi setelah kematian tidak akan dicetak ulang.
( MG - M. Febi Anggara )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gambar-orwell.jpg)