Tata Cara Melaksanakan Salat Gerhana : Lafaz, Niat dan Tahapannya

Dan dari sebagian tanda-tanda-Nya adalah adanya malam dan siang serta adanya matahari dan bulan.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
Slooh via www.space.com
ILUSTRASI Gerhana Bulan 

TRIBUNJOGJA.COM -  Salat Gerhana merupakan salat sunah 2 rakaat yang dikerjakan ketika di suatu tempat sedang terjadi gerhana matahari atau gerhana bulan.

Bila terjadi gerhana Matahari maka salat yang dikerjakan disebut SALAT KUSUF.

serta jika terjadi gerhana bulan maka salat yang dikerjakan disebut dengan SALAT KHUSUF.

Salat 2 Gerhana ini disebut juga shalat KUSUFAIN, dan sunahnya dilakukan di dalam masjid, dengan tanpa harus diawali dengan adzan dan iqamat, Hanya panggilan “Al-Shalatul Jami’ah.”

Salat gerhana itu sunnah mu'akkad dan apabila tidak ikut melaksanakan tidak perlu mengqadha.

Setelah salat, membaca dua khutbah.

Bacaan bersifat pelan untuk gerhana matahari; dan keras pada gerhana bulan.

Tata Cara Mengerjakan Shalat Gerhana

Shalat gerhana dilakukan sebanyak 2 rakaat, dengan 2 ruku’ pada setiap rakaatnya, sangat berbeda sekali dengan salat lainnya, dalam salat gerhana terdapat 2 kali rukuk pada setiap rakaatnya.

Tata Cara Salat Gerhana Bulan Total atau Khusuful Qamar
Tata Cara Salat Gerhana Bulan Total atau Khusuful Qamar (kemenag.go.id)

Tata cara dalam pelaksanaan salat gerhana adalah sebagai berikut:

Lafadz atau Bacaan Niat Shalat Gerhana

1. Gerhana Bulan

أُصَلِّيْ سُنَّةَ لِخُسُوْفِ الْقَمَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii Sunnatal Khusuufil-Qomari Rak’ataini Lillahi Ta’alaa

Saya niat (melaksanakan) shalat sunnah Gerhana Bulan dua rakaat karena Allah ta’ala

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved