Sleman United Targetkan Lebih Baik dari Liga 3 Musim Sebelumnya
Sleman United memboyong 23 pemain dengan komposisi 13 orang asli Sleman, dan 10 pemain sisanya dari luar Sleman.
Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sleman United siap untuk kembali bersaing dalam perhelatan Liga 3 DI Yogyakarta.
Kali ini tim berjuluk Young Eagles itu memboyong 23 pemain dengan komposisi 13 orang asli Sleman, dan 10 pemain sisanya dari luar Sleman.
Sebagaimana diketahui, musim sebelumnya Sleman United berhasil lolos menjadi wakil DIY di Liga 3 Nasional, namun langkahnya harus terhenti di babak 16 besar.
Kali ini, Sleman United datang dengan wajah dan semangat yang baru, dikatakan oleh Manajer Sleman United, Zulfikar, saat ini timnya menargetkan untuk dapat membawa hasil yang lebih baik dari musim lalu.
"Ya ini target juga harapan kita Sleman United tahun ini bisa punya hasil lebih baik," ujarnya saat ditemui Tribunjogja.com, Kamis (18/11/2021).
Baca juga: Sleman United Berharap Kompetisi Liga Segera Dimulai
Selanjutnya, Sleman United juga punya ambisi untuk turut berkontribusi terhadap persepakbolaan DIY, khusunya Kabupaten Sleman.
"Kita ambil pemain-pemain yang tidak ikut serta di Elite Pro Academy dan Porda Sleman, supaya mereka tetap dapat kesempatan yang sama. Ya harapan mereka jika punya kemampuan bagus bisa diambil juga entah oleh PSS Sleman atau berkontribusi untuk Porda atau PON," jelasnya.
Saat ini Sleman United tergabung dalam Grup C bersama Bina Taruna, Gama FC, PS Tunas Ngaglik, dan Persikup Kulonprogo. Salah satu grup yang juga terhitung memiliki persaingan ketat di dalamnya.
Zulfikar menyebut persaingan di Grup C sangat menarik, namun ia menyatakan semua tim tetap memiliki kesempatan dan peluang yang sama.
"Yang pasti kita tidak akan anggap remeh setiap tim, karena mereka juga punya waktu persiapan masing-masing, dan punya materi pemain yang bagus-bagus," jelasnya.
Senada dengan Zulfikar, salah satu pengurus Sleman United, Wahyudi Kurniawan mengatakan Sleman United akan diproyeksikan sebagai wadah para pemain muda untuk mendapatkan jam terbang di kompetisi.
Baca juga: PSSI Wacanakan Gulirkan Liga 3 2020: Sleman United Masih Landai, Persiba Bantul Kantongi Kerangka
"Targetnya memang untuk menjembatani anak-anak Sleman terutama yang punya potensi dan umurnya masih mumpuni ke profesional. Karena ketika pemain itu bagus di internal Sleman belum tentu ketika naik level ke profesional bisa langsung, nah perantaranya di Sleman United, kalau bisa Sleman ini komplet, jadi ada tim dari Sleman yang juga masuk Liga 2, karena Liga 1 nya sudah ada, " ujarnya.
Wahyudi juga berharap di masa yang akan datang Sleman United bisa mewujudkan program pembinaan berjenjang dan berkelanjutan secara optimal.
"Ketika sudah seperti itu nanti lebih enak, nanti pilihan pemain semakin banyak, Artinya daripada beli pemain dari luar daerah, kita manfaatkan dari internal kita. Kita tahu saat ini PSS Sleman yang ada nama Slemannya, tapi tidak ada orang Sleman yang main di sana kita jadi prihatin, malah main di Persiraja, main di Arema," bebernya.
Selain itu menurut Wahyudi, Sleman itu adalah tempat yang paling representatif untuk pembinaan sepak bola di DIY, sehingga bukan hal yang mustahil Sleman bisa melahirkan banyak pemain bagus tiap tahunnya.
Bahwa Sleman ini diakui atau tidak kultur sepak bolanya kuat, diakui atau tidak.
"Semua fasilitas ada di Sleman, mulai dari lapangan kelas desa sampai internasional ada, infrastruktur juga ada, SDM ada. Kita punya banyak tim internal dan SBB di Sleman, mau ke mana anak-anak kita, intinya sepak bola ini dari oleh dan untuk Sleman," jelas Wahyudi.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sleman-united-targetkan-lebih-baik-dari-liga-3-musim-sebelumnya.jpg)