PSIM Yogyakarta

Sempat Tertahan Hingga 1 Jam, Pemain PSIM Jogja Tinggalkan Stadion Naik Barracuda

Imbas datangnya ratusan suporter tersebut, setelah tertahan hampir 1 jam, para pemain PSIM Yogyakarta akhirnya diangkut menggunakan baracuda.

Tayang:
Dok PSIM Yogyakarta
Selebrasi pemain PSIM, Sugeng Efendi usai mencetak gol ke gawang Persis Solo di Stadion Manahan, Solo, Senin (15/11/2021) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM- Rombongan tim PSIM Yogyakarta meninggalkan Stadion Manahan, Solo, menaiki kendaraan taktis Barracuda, seusai pertandingan melawan Persis Solo, Senin (15/11/2021) malam.

Pada pertandingan tersebut, Laskar Mataram berhasil menang melawan Persis Solo dengan skor akhir 1-0 melalui gol semata wayang yang dicetak Sugeng Efendi.

Dilansir dari laman Tribun Solo, tim asuhan Seto Nurdiyantoro tersebut sempat tertahan selama 1 jam di stadion.

Penyebabnya, ratusan suporter yang diduga merupakan pendukung tim tuan rumah bergerak ke Stadion Manahan.

Berdasar pantauan Tribun Solo di lapangan, suporter yang diperkirakan berjumlah ratusan orang itu, berbondong-bondong ke Stadion Manahan setelah laga Derby Mataram selesai.

Terdengar sayup-sayup sorakan para suporter mendesak agar manajemen Persis Solo memecat pelatih Eko Purdjianto.

Sambil meneriakkan, 'EkoOut' ratusan suporter ini memenuhi Jalan Adi Sucipto, persis tepat berada di depan stadion.

Anggota kepolisian yang berjaga menembakkan gas air mata, untuk membubarkan kerumunan suporter.

Ratusan suporter itu pun membubarkan diri masuk ke gang-gang rumah warga.

Sementara itu Jalan Adi Sucipto di depan Stadion Manahan, diblokade kepolisian dari Polresta Solo.

Imbas datangnya ratusan suporter tersebut, setelah tertahan hampir 1 jam, para pemain PSIM Yogyakarta akhirnya diangkut menggunakan kendaraan taktis, baracuda untuk meninggalkan area stadion.

Ada dua mobil barracuda yang membawa para pemain PSIM, keluar dari Stadion Manahan.

Ketua Panpel Stadion Manahan Liga 2, Ginda Ferachtriawan membenarkan kejadian tersebut.

"Iya benar (pemain PSIM), diangkut baru saja," ujar Ginda, dikutip dari Tribunsolo.com.

Sementara para pemain Persis Solo tetap menggunakan bus mereka sendiri.

PSIM Petik Kemenangan Derby Mataram, Tagar EkoOut, Seto dan Full Senyum Ramaikan Twitter

Syukuri Hasil

Pelatih PSIM Yogyakarta, Seto Nurdiyantoro bersyukur atas kemenangan timnya malam ini, ia menyebut tak trik khusus untuk menghadapi Persis Solo, bahkan ia menyebut masih ada beberapa catatan yang perlu dievaluasi agar pada pertandingan selanjutnya dapat lebih baik.

"Hasil 1-0 kami syukuri, kami beruntung. Sejak babak pertama dan babak kedua kami memang dapat banyak tekanan, tapi karena kemauan dan perjuangan pemain, alhamdulillah kami bisa memenangkan pertandingan. Di sisi lain kita masih harus ada yang diperbaiki dalam gaya bermain, mencari jati diri, ini bukan partai final, dengan sisa pertandingan kita bisa lebih baik lagi," ujar Seto Nurdiyantoro seusai pertandingan.

Selanjutnya Seto berpendapat jika pada laga ini memang terdapat rivalitas, namun baginya penting bagi pemain untuk lebih fokus dalam pertandingan, sehingga ketika pertandingan dapat menyajikan permainan terbaiknya.

"Saya pikir ini pertandingan sama seperti biasanya, cuma mungkin masalah rivalitas, tapi itu hanya 90 menit. Dan seperti yang saya bilang tadi kita akan perbaiki mainnya seperti apa, agar lebih enak dinikmati. Saya juga apresiasi pemain, mereka berjuang sangat keras ingin menang. kalau rahasia tidak ada rahasia ini murni kerja keras pemain, mau memenangkan pertandingan, itu yang penting, ini memang kemauan dari pemain, dan kemenangan ini untuk suporter," tegasnya.

Seto pun berpesan kepada pemainnya agar tidak berlebihan untuk merayakan kemenangan, karena saat ini PSIM Yogyakarta masih harus melakoni laga selanjutnya untuk kembali bertarung dengan dua tim lainnya merebutkan tiket babak 8 besar.

"Kita sama-sama, dari awal kita tidak berikan hasil positif, tapi ada kemauan dari pemain semakin meningkat, dan sekarang sudah lebih oke meski belum maksimal. ini bukan final, pemain tidak jumawa, tetap rendah hati, tapi kemenangan ini silahkan nikmati bersama jangan berlebihan, karena masih ada pertandingan lainnya," tukasnya.

Di kubu Persis Solo, pelatih kepala Eko Purdjianto tidak tampak dalam agenda konferensi pers setelah pertandingan.

Posisi itu digantikan dengan asisten pelatih Haryanto Prasetyo Adi ditemani oleh satu pemain Laskar Sambernyawa, Rian Miziar.

Ini adalah kali pertama coach Eko Purdjianto tidak tampil memberikan keterangan sejak pekan perdana Liga 2 2021.

Haryanto mewakili tim meminta maaf atas hasil tidak memuaskan pada pertandingan malam ini melawan PSIM Yogyakarta.

"Saya minta maaf belum bisa memberikan yang kita harapkan," kata pria yang kerap disapa Tommy ini.

"Kita berharap bisa mengambil poin penuh ke depannya (lawan Hizbul Wathan dan PSCS Cilacap)," pungkasnya.

Begitu juga dengan Rian Miziar, ia mengaku pemain telah bekerja keras di lapangan, namun hasil ini membuat mereka kecewa.

Akan tetapi, kepala tidak boleh tertunduk, masih ada dua laga menuju babak 8 besar Liga 2, dan tim harus berdiri tegak untuk melakoni pertandingan tersebut, menurut Rian.

"Kita mengapresiasi kerja keras pemain, kita semua kecewa, masih ada dua pertandingan di depan, dan kita harus sapu bersih," tuturnya.

"Kita harus tetap berjalan ke depan, kita tidak bisa menyesali hasil malam ini (lawan PSIM) karena tantangan di depan lebih besar," pungkasnya.

Jalannya Pertandingan
Pada babak pertama, Laskar Sambernyawa mampu mendominasi jalannya permainan.

Mereka lebih banyak melancarkan serangan ke pertahanan tim tamu.

Namun, dari sekian percobaan yang dilakukan Beto Goncalves dan kolega belum bisa mengubah papan skor hingga 45 menit.

Memasuki babak kedua, Persis dikejutkan lewat gol cepat PSIM ketika laga baru berjalan tujuh menit.

Sugeng Efendi menjadi aktor di balik gol pembuka di derby Mataram sekaligus membuat PSIM unggul sementara 0-1.

Pemain berusia 23 tahun itu melepaskan tendangan yang dari dalam kotak penalti.

Sepakan Sugeng sebenarnya mampu dihalau Rian Miziar, namun bola memantul ke atas.

Wahyu Tri yang berdiri sedikit ke depan gagal menjangkau bola sehingga bola masuk ke gawang.

Tertinggal satu angka memaksa Persis meningkatkan tempo permainan dan bermain lebih agresif.

Pelatih Eko Purdjianto langsung melakukan rotasi dengan memasukkan tiga penyerang segar.

Mereka adalah Irfan Jauhari, Assanur Rijal, dan Ferdinand Sinaga yang masing-masing menggantikan Irfan Bachdim, Miftahul Hamdi, dan Beto.

Persis yang bermain lebih terbuka masih kesulitan menembus kokohnya lini pertahanan PSIM.

Setelah unggul satu gol, PSIM memilih tampil cenderung bertahan.

Meski bertahan, PSIM mampu beberapa kali membahayakan pertahanan Persis lewat skema serangan balik Sugeng Efendi cs.

Hingga wasit meniup peluit panjang babak kedua, Persis gagal menyamakan kedudukan. Kalah 0-1 atas PSIM membuat Persis harus menunda tiket ke delapan besar Liga 2 2021. 

Berikut Susunan Pemain Persis Solo vs PSIM Yogyakarta:
Persis Solo : 1-Wahyu Tri Nugroho, 3-Eriyanto, 15-Fabiano Beltrame, 26-Rian Miziar, 96-Abduh Lestaluhu, 29-Sandi Sute, 11-Rivaldi Bawuo, 14-Miftahul Hamdi, 80-Yu Hyun Koo, 9-Alberto Goncalves, 10-Irfan Bachdim.

Cadangan: 51-PNacar, 4-Asep Budi, 42-Ganjar Mukti, 25-Assanur Rijal, 32- Ferry Komul, 87-Shulton, 19-M Kanu, 6-Ferdinand, 94-Heri Susanto, 7-Irfan Jauhari.

PSIM Yogyakarta: 18-Imam Arief, 7-Benny Wahyudi, 13-Jodi Kustiawan, 5-Sunni Hizbullah, 28-Aditya Putra Dewa, 6-Achmad Subagja, 88-Arif Satya, 11- Hadipin, 27-Sugeng Efendi, 23-Syarif W, 77-Arbeta Rocky.

Cadangan: 47-Junaidi, 4-Dadang, 22-Purwoko, 26-Taufik Hidayat, 44- Saviosheva, 14-Ilham, 19-Yoga, 93-Ihwan, 29-Kennove, 17-Nanda.

(TRIBUNJOGJA.COM/ HAN)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved