Breaking News:

PSIM Yogyakarta

PSIM Petik Kemenangan Derby Mataram, Tagar EkoOut, Seto dan Full Senyum Ramaikan Twitter

Tagar PSIM, Seto, Full Senyum, ramai diperbincangkan di media sosial Twitter sejak semalam, wujud suka cita serta apresiasi para suporter.

Dok PSIM Yogyakarta
Selebrasi pemain PSIM, Sugeng Efendi usai mencetak gol ke gawang Persis Solo di Stadion Manahan, Solo, Senin (15/11/2021) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM - Laga Derby Mataram yang sarat gengsi pada lanjutan Grup C Liga 2 2021/22 di Stadion Manahan, Solo, Senin (15/11), kali ini berpihak pada PSIM Yogyakarta yang berhasil memetik kemenangan 1-0 dari Persis Solo.

Kemenangan ini jelas saja disambut suka cita pendukung Laskar Mataram, julukan PSIM Yogyakarta, sebab ini mengakhiri dominasi Persis Solo yang pada kompetisi Liga 2 2019 memenangi dua kali pertemuan ketika kandang maupun tandang.

Di samping itu, tambahan 3 poin bagi PSIM Yogyakarta bak membawa harapan bagi Brajamusti dan The Maident, sebab klub kebanggaannya menggeser PSCS Cilacap di peringkat kedua klasemen Grup C, dengan 12 poin, sekaligus membuka peluang memperebutkan tiket ke babak 8 besar dengan 2 pertandingan tersisa kontra PSG Pati dan Persijap Jepara.

Walhasil, tagar PSIM, Seto, Full Senyum, ramai diperbincangkan di media sosial Twitter sejak semalam, wujud suka cita serta apresiasi para suporter atas hasil positif yang diraih Laskar Mataram.

Di sisi lain, kekalahan dari PSIM Yogyakarta direspon suporter Persis Solo dengan tagar #EkoOut, kekecewaan pendukung Laskar Sambernyawa atas hasil negatif yang diraih tim kebanggaannya di laga Derby Mataram, sekaligus menjadi kekalahan perdana di Liga 2 2021/22 bagi tim bertabur bintang ini.

Pelatih PSIM Yogyakarta, Seto Nurdiyantoro bersyukur atas kemenangan timnya malam ini, ia menyebut tak trik khusus untuk menghadapi Persis Solo, bahkan ia menyebut masih ada beberapa catatan yang perlu dievaluasi agar pada pertandingan selanjutnya dapat lebih baik.

"Hasil 1-0 kami syukuri, kami beruntung. Sejak babak pertama dan babak kedua kami memang dapat banyak tekanan, tapi karena kemauan dan perjuangan pemain, alhamdulillah kami bisa memenangkan pertandingan. Di sisi lain kita masih harus ada yang diperbaiki dalam gaya bermain, mencari jati diri, ini bukan partai final, dengan sisa pertandingan kita bisa lebih baik lagi," ujar Seto Nurdiyantoro seusai pertandingan.

Selanjutnya Seto berpendapat jika pada laga ini memang terdapat rivalitas, namun baginya penting bagi pemain untuk lebih fokus dalam pertandingan, sehingga ketika pertandingan dapat menyajikan permainan terbaiknya.

"Saya pikir ini pertandingan sama seperti biasanya, cuma mungkin masalah rivalitas, tapi itu hanya 90 menit. Dan seperti yang saya bilang tadi kita akan perbaiki mainnya seperti apa, agar lebih enak dinikmati. Saya juga apresiasi pemain, mereka berjuang sangat keras ingin menang. kalau rahasia tidak ada rahasia ini murni kerja keras pemain, mau memenangkan pertandingan, itu yang penting, ini memang kemauan dari pemain, dan kemenangan ini untuk suporter," tegasnya.

Seto pun berpesan kepada pemainnya agar tidak berlebihan untuk merayakan kemenangan, karena saat ini PSIM Yogyakarta masih harus melakoni laga selanjutnya untuk kembali bertarung dengan dua tim lainnya merebutkan tiket babak 8 besar.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved