PSIM Yogyakarta

Sempat Tertahan Hingga 1 Jam, Pemain PSIM Jogja Tinggalkan Stadion Naik Barracuda

Imbas datangnya ratusan suporter tersebut, setelah tertahan hampir 1 jam, para pemain PSIM Yogyakarta akhirnya diangkut menggunakan baracuda.

Dok PSIM Yogyakarta
Selebrasi pemain PSIM, Sugeng Efendi usai mencetak gol ke gawang Persis Solo di Stadion Manahan, Solo, Senin (15/11/2021) malam. 

Syukuri Hasil

Pelatih PSIM Yogyakarta, Seto Nurdiyantoro bersyukur atas kemenangan timnya malam ini, ia menyebut tak trik khusus untuk menghadapi Persis Solo, bahkan ia menyebut masih ada beberapa catatan yang perlu dievaluasi agar pada pertandingan selanjutnya dapat lebih baik.

"Hasil 1-0 kami syukuri, kami beruntung. Sejak babak pertama dan babak kedua kami memang dapat banyak tekanan, tapi karena kemauan dan perjuangan pemain, alhamdulillah kami bisa memenangkan pertandingan. Di sisi lain kita masih harus ada yang diperbaiki dalam gaya bermain, mencari jati diri, ini bukan partai final, dengan sisa pertandingan kita bisa lebih baik lagi," ujar Seto Nurdiyantoro seusai pertandingan.

Selanjutnya Seto berpendapat jika pada laga ini memang terdapat rivalitas, namun baginya penting bagi pemain untuk lebih fokus dalam pertandingan, sehingga ketika pertandingan dapat menyajikan permainan terbaiknya.

"Saya pikir ini pertandingan sama seperti biasanya, cuma mungkin masalah rivalitas, tapi itu hanya 90 menit. Dan seperti yang saya bilang tadi kita akan perbaiki mainnya seperti apa, agar lebih enak dinikmati. Saya juga apresiasi pemain, mereka berjuang sangat keras ingin menang. kalau rahasia tidak ada rahasia ini murni kerja keras pemain, mau memenangkan pertandingan, itu yang penting, ini memang kemauan dari pemain, dan kemenangan ini untuk suporter," tegasnya.

Seto pun berpesan kepada pemainnya agar tidak berlebihan untuk merayakan kemenangan, karena saat ini PSIM Yogyakarta masih harus melakoni laga selanjutnya untuk kembali bertarung dengan dua tim lainnya merebutkan tiket babak 8 besar.

"Kita sama-sama, dari awal kita tidak berikan hasil positif, tapi ada kemauan dari pemain semakin meningkat, dan sekarang sudah lebih oke meski belum maksimal. ini bukan final, pemain tidak jumawa, tetap rendah hati, tapi kemenangan ini silahkan nikmati bersama jangan berlebihan, karena masih ada pertandingan lainnya," tukasnya.

Di kubu Persis Solo, pelatih kepala Eko Purdjianto tidak tampak dalam agenda konferensi pers setelah pertandingan.

Posisi itu digantikan dengan asisten pelatih Haryanto Prasetyo Adi ditemani oleh satu pemain Laskar Sambernyawa, Rian Miziar.

Ini adalah kali pertama coach Eko Purdjianto tidak tampil memberikan keterangan sejak pekan perdana Liga 2 2021.

Haryanto mewakili tim meminta maaf atas hasil tidak memuaskan pada pertandingan malam ini melawan PSIM Yogyakarta.

"Saya minta maaf belum bisa memberikan yang kita harapkan," kata pria yang kerap disapa Tommy ini.

"Kita berharap bisa mengambil poin penuh ke depannya (lawan Hizbul Wathan dan PSCS Cilacap)," pungkasnya.

Begitu juga dengan Rian Miziar, ia mengaku pemain telah bekerja keras di lapangan, namun hasil ini membuat mereka kecewa.

Akan tetapi, kepala tidak boleh tertunduk, masih ada dua laga menuju babak 8 besar Liga 2, dan tim harus berdiri tegak untuk melakoni pertandingan tersebut, menurut Rian.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved