9 Sedekah Paling Utama dalam Islam, di Antaranya Menafkahi Keluarga

Sedekah memiliki banyak kebaikan dan semua bentuk sedekah yang diberikan adalah baik. Namun, di antara jenis sedekah terdapat perbedaan keutamaan.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
moneysmart.id
Ilustrasi Bersedekah 

TRIBUNJOGJA.COMSedekah adalah amalan yang dicintai oleh Allah SWT.

Sedekah dilakukan denganmemberikan harta di jalan Allah dengan ikhlas semata-mata mengharap ridha-Nya tanpa mengharapkan imbalan.

Sedekah memiliki banyak kebaikan dan semua bentuk sedekah yang diberikan adalah baik.

Allah SWT berfirman,

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

Artinya: “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:261)

Namun, di antara semua jenis sedekah terdapat perbedaan keutamaan.

Berikut sedekah yang utama menurut Islam:

1. Sedekah Sirriyyah

Sedekah sirriyyah berarti sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Sedekah ini utama karena akan menjauhkan diri dari sifat riya dan mengahadirkan sifat ikhlas. Allah SWT berfirman:

اِنْ تُبْدُوا الصَّدَقٰتِ فَنِعِمَّا هِيَۚ وَاِنْ تُخْفُوْهَا وَتُؤْتُوْهَا الْفُقَرَاۤءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۗ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِّنْ سَيِّاٰتِكُمْ ۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Artinya: “Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah:271)

2. Sedekah dalam Kondisi Sehat

Sedekah dalam kondisi sehat diutamakan dalam Islam daripada bersedekah saat sakit atau bahkan menjelang ajal. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi SAW bertanya, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab:

“Engkau bersedekah dalam kondisi sehat dan berat mengeluarkannya, dalam kondisi kamu khawatir miskin dan mengharap kaya. Maka janganlah kamu tunda, sehingga ruh sampai di tenggorokan, ketika itu kamu mengatakan, “Untuk fulan sekian, untuk fulan sekian, dan untuk fulan sekian.” Padahal telah menjadi milik si fulan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved