7 Keistimewaan bagi Penghafal Alquran
Penghafal Alquran akan diberikan beberapa kekhususan di dunia dan di akhirat oleh Allah SWT. Apa saja keistimewaan itu?
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
يؤم القوم أقرؤهم لكتاب الله فإن كانوا في القراءة سواء فأعلمهم بالسنة فإن كانوا في السنة سواء فأقدمهم هجرة فإن كانوا في الهجرة سواء فأقدمهم سلما ولا يؤمن الرجل الرجل في سلطانه ولا يقعد في بيته على تكرمته إلا بإذنه
Artinya:
“Yang mengimami suatu kaum adalah yang paling banyak hafalan Kitab Allah. kalau dalam bacaan (hafalan) itu sama, maka yang lebih mengetahui sunnah. Kalau dalam sunah sama, maka yang paling dahulu hijrahnya. Kalau dalam hijrahnya sama, maka yang paling dahulu masuk Islam. Dan jangan seseorang menjadi Imam atas saudaranya dalam kekuasaannya. Dan jangan duduk di tempat duduk khusus di rumahnya kecuali atas seizinnya.” (HR. Muslim)
Penghafal Quran juga didahulukan atas lainnya dalam kuburan dihadapkan ke kiblat kalau mengharuskan dikubur bersama lainnya. Dari Jabir bin Abdullah ra. berkata:
“Dahulu Nabi sallallahu alaihi wa sallam mengumpulkan dua orang yang wafat pada ‘Perang Uhud’ dalam satu baju kemudian beliau bersabda, “Siapa di antara mereka yang paling banyak mengambil Qur’an? Ketika ditunjuk salah satunya, maka beliau dahulukan ke dalam liang lahad. Seraya bersabda, “Saya menjadi saksi untuk mereka di hari kiamat. Dan beliau memerintahkan untuk menguburkan dengan darahnya tanpa dimandikan dan tanpa disalati.” (HR. Bukhari)
Selain itu, penghafal Quran juga didahulukan dalam kepemimpinan kalau dia mampu mengembannya.
3. Ditemani Malaikat
Dari Aisyah, Nabi SAW bersabda:
“Perumpamaan orang yang membaca Quran sementara dia telah menghafalkannya. Maka bersama para Malaikat yang mulia. Dan perumpamaan yang membaca dalam kondisi berusaha keras (belajar membacanya) maka dia mendapatkan dua pahala.” (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Memakai Mahkota dan Gelang Kemuliaan di Hari Kiamat
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi SAW bersabda:
“Quran datang pada hari Kiamat dan mengatakan, “Wahai Tuhan, pakaikanlah. Maka dia memakai mahkota karamah (kemuliaan) kemudian mengatakan, “Wahai Tuhan, tambahkanlah dia. Maka dia memakai gelang karamah (kemuliaan). Kemudian mengatakan, “Wahai Tuhan, ridhailah dia, maka (Allah) meridhainya. Dikatakan kepadanya, “Bacalah dan naiklah. Ditambah setiap ayat suatu kebaikan.” (HR. Tirmizi)
Tidak hanya sang pengahafal Quran saja yang dipakaikan mahkota dan gelang kemuliaan, namun kedua orang tuanya juga turut dipakaikan. Dari Buraidah ra., Rasulullah SAW bersabda:
“Siapa yang membaca Quran, belajar dan mengamalkannya. Maka dipakaikan pada hari kiamat kepada kedua orang tuanya mahkota dari cahaya, cahayanya seperti pancaran cahaya matahari. Dipakaikan dua gelang untuk orang tuanya dimana tidak dapat dibandingkan dengan dunia seisinya. Kedua berkata, “Kenapa kita dipakaikan ini? Dikatakan, “Karena kedua anak anda mengambil Quran.” (HR. Hakim)
5. Keinginan Dikabulkan Allah SWT
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-baca-al-quran-9421.jpg)