Tilawah,Tahfidz hingga Tafsir, Inilah Tahapan Belajar Alquran

Mempelajari Alquran adalah suatu hal yang dianjurkan bagi umat Islam. Berinteraksi dengan Alquran akan menambah keimanan kepada Allah SWT.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com | Iwan al Khasni
Musaf Alquran 

TRIBUNJOGJA.COM – Mempelajari Alquran adalah suatu hal yang dianjurkan bagi umat Islam.

Membaca Alquran akan menambah keimanan kepada Allah SWT.

Dari Usman bin Affan ra, Rasulullah Saw bersabda,

خَيركُم مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعلَّمهُ

Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya.” (HR. Tirmidzi)

Ada beberapa tahapan dalam mempelajari Alquran.

Apa saja tahapan itu? Berikut 3 tahapan dalam mempelajari Alquran:

1.      Tilawah

Ilustrasi membaca Alquran
Ilustrasi membaca Alquran (ist)

Tilawah berarti membaca atau bacaan. Langkah awal untuk mempelajari Alquran adalah dengan membacanya. Membaca dengan baik dan indah.

Membaca merupakan dasar untuk memahami isi Alquran. Setiap muslim diharuskan bisa membaca Alquran dengan baik  karena Alquran menjadi bacaan saat salat lima waktu. Selain itu, dengan membaca Alquran maka akan banyak kebaikan yang datang. Sebagaimana sabda Rasulullah saw yang berbunyi,

“Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala.” (HR. Muslim)

2.      Tahfidz

Ilustrasi menghafal Alquran
Ilustrasi menghafal Alquran (freepik)

Setelah dapat membaca Alquran, tahap selanjutnya adalah tahfidz. Tahfidz artinya menghafal Alquran, baik dengan membaca atau mendengarkan .

Ada banyak keutamaan bagi para penghafal Alquran. Salah satunya disejajarkan dengan para nabi. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah saw,

“Barangsiapa yang membaca (menghafal) Al-Quran, maka sungguh dirinya telah menyamai derajat kenabian hanya saja tidak ada wahyu baginya (penghafal). Tidak pantas bagi penghafal Alquran bersama siapa saja yang ia dapati dan tidak melakukan kebodohan terhadap orang yang melakukan kebodohan (selektif dalam bergaul) sementara dalam dirnya terdapat firman Allah.” (HR. Hakim)

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved