Data Update Covid-19 Pemda DIY dan Pemkab Gunungkidul Beda

Data kasus harian Covid-19 yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan Pemda DIY tak sinkron.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
net
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Data kasus harian Covid-19 yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan Pemda DIY tak sinkron.

Pada Senin (15/11/2021) hari ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul mengeluarkan data tidak ada kasus Covid-19 baru.

Bahkan Gunungkidul mencatatkan nol kasus Covid-19 selama empat hari terakhir hingga Senin (15/11/2021) hari ini.

Namun  data yang dirilis oleh Dinkes Gunungkidul ini berbeda dengan  data yang dikeluarkan oleh Satgas Penanganan Covid-19 DIY.

Menurut data dari Satgas Penanganan Covid-19, pada hari ini kasus harian Covid-19 di seluruh wilayah DIY bertambah 10 pasien.

Rinciannya dua kasus dari Kabupaten Sleman, tiga kasus dari kabupaten Bantul dan lima kasus dari kabupaten Gunungkidul.

Belum diketahui penyebab terjadinya perbedaan data ini.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan hingga saat ini kasus aktif Covid-19 di Gunungkidul hanya tersisa lima pasien.

Kelima pasien tersebut menjalani isolasi mandiri.

Sementara pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit sudah tidak ada.

"Mereka ini isomannya belum selesai, yang dirawat di rumah sakit saat ini tidak ada," kata Dewi dihubungi siang tadi.

Ia menilai capaian ini merupakan keberhasilan dari semua pihak. Mulai dari Bupati Gunungkidul Sunaryanta yang menurutnya selama ini telah banyak memberikan arahan untuk penanganan COVID-19.

Dewi juga menyebut masyarakat turut berperan penting. Pasalnya, mereka saat ini juga sudah banyak membantu penanganan, terutama jika ada rekan satu lingkungannya yang tengah positif.

"Bisa dibilang masyarakat Gunungkidul sangat kooperatif dalam penanganan, stigma negatif tentang COVID-19 juga tidak terlalu terasa," ujarnya.

Namun Dewi tetap meminta masyarakat tak lengah dengan euforia penurunan kasus. Apalagi saat ini ia melihat mobilitas masyarakat sudah kembali tinggi, sehingga protokol kesehatan (prokes) tetap jadi hal yang mutlak.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved