Breaking News:

Berita Bantul Hari Ini

Pemkab Bantul Bentuk Kader Pencegahan KDRT Tingkat Kapanewon dan Kalurahan

Pemerintah Kabupaten Bantul telah mengukuhkan Kader Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga se-Kabupaten Bantul, Kamis (11/11/2021).

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kabupaten Bantul telah mengukuhkan Kader Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga se-Kabupaten Bantul.

Kader ini dibentuk mengingat masih ditemukannya banyak kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). 

Adapun pengukuhan ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Bupati No. 26 tahun 2021 mengenai pembentukan kader pencegahan KDRT.

Pengukuhan  tersebut berlangsung di Pendopo Manggala Parasamya 2, Kamis (11/11/2021) kemarin. 

Baca juga: Dinsos DIY : Angka Rehabilitasi Wanita Meningkat 80 Persen, Terbanyak Soal KDRT dan Kehamilan

Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih menyatakan, berdasarkan data Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Bantul, kekerasan rumah tangga di Bantul dari tahun ke tahun cenderung meningkat.

Ia mencatat, pada tahun 2017 terdapat 163 kasus KDRT, pada tahun 2018 meningkat menjadi 210 kasus tahun 2019 naik menjadi 229 kasus, 2020 terdapat 224 kasus dan yang terakhir menurut data dari UPD pada Oktober 2021 kasus KDRT mencapai 131 kasus.

"Oleh karena itu, hal yang perlu dilakukan untuk dapat mengurangi tindakan KDRT adalah dengan cara yakni melakukan pembentukan jaringan seperti kader pencegahan KDRT dan perluasan jaringan ini agar sumber daya manusia pencegahanya semakin besar dan kuat," ungkapnya.

Melalui kader ini, menurutnya upaya pencegahan kekerasan dalam rumah tangga terutama terhadap perempuan dan anak-anak yang semakin terkonsolidasi dengan baik.

Baca juga: Polres Bantul Kumpulkan Kepala Sekolah untuk Antisipasi Tawuran Pelajar

"Konsolidasi itu sampai pada tahap pembentukan kader tingkat kapanewon dan kalurahan, hal ini penting dan strategis sekali mengingat kita sudah menetapkan misi ke-5 penanggulangan masalah kesejahteraan sosial dan pencapaian Bantul sebagai kabupaten layak anak, ramah perempuan dan penyandang disabilitas," ujarnya.

Selanjutnya, Bupati berpesan bahwa perlu adanya peningkatan kompetisi dalam mengedukasi masyarakat karena menurutnya, tindak kekerasan memiliki faktor yang kompleks.

Bupati pun berharap, kader ini nantinya akan dapat memberikan dampak yang positif dan produktif bagi pencegahan tindak KDRT di Kabupaten Bantul.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved