Dinkes Bantul Gelar Roadshow Vaksinasi Door to Door
Dinas Kesehatan terus berupaya agar 100 persen warga yang memenuhi syarat mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.
Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kabupaten Bantul terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi Covid-19.
Meski saat ini sudah tercapai herd immunity dengan 80 persen warga Bantul tervaksin, namun Dinas Kesehatan terus berupaya agar 100 persen warga yang memenuhi syarat mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.
Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Dinas Kesehatan Bantul, Abednego Dani Nugroho, mengatakan capaian vaksinasi sampai 4 November 2021 di Kabupaten Bantul sudah mencapai 80,72 persen atau 619.163 orang untuk dosis pertama.
Sedangkan untuk dosis kedua mencapai 66,28 persen atau 508.390 orang.
"Walaupun herd immunity sudah tercapai, semoga Desember awal atau tengah kita sudah mencapai 100 persen untuk dosis 1," ungkapnya Kamis (4/11/2021).
Meskipun terus membuka pendaftaran vaksinasi di lokasi yang statis seperti sentra vaksinasi Dinas Kesehatan, puskesmas dan rumah sakit, pihaknya juga melakukan pendekatan ke kalurahan-kalurahan dengan melakukan roadshow atau vaksinasi door to door.
"Walaupun peminat (pendaftaran vaksinasi) web menurun, maka kita fokusnya ganti, kalau kemarin mereka yang mendekat, sekarang kita yang mendekat. Target kami sehari bisa mencapai 3.000 orang yang bisa disuntik vaksin," imbuhnya.
Baca juga: Sinergi Perang Melawan Pandemi, Forum TJSLBU Gelar Vaksinasi dan Bagi Paket Sembako di Kalasan
Baca juga: Imbas Meledaknya Klaster Takziah, Pembelajaran Tatap Muka di Tiga Sekolah di Sedayu Dihentikan
Sementara untuk capaian vaksinasi siswa SD, SMP, dan SMA di Bantul atau usia 12-18 tahun, Abednego memastikan sudah lebih dari 95 persen.
Sisanya adalah mereka yang gagal melakukan vaksin karena sakit atau terkonfirmasi positif Covid-19.
Dalam kesempatan itu, Abednego juga tidak menampik bahwa masih ada warga Bantul yang enggan untuk divaksin.
Ia menduga alasan warga tersebut karena takut dengan ikutan pasca imunisasi (KIPI) atau yang biasa disebut efek samping.
Maka dari itu, pihaknya saat ini gencar memberikan sosialisasi tentang keamanan vaksin Covid-19 dan manfaatnya.
Ia mengatakan bahwa memang butuh waktu agar masyarakat bisa sepenuhnya memahami pentingnya vaksinasi Covid-19.
Maka dari itu, pihaknya juga melakukan pendekatan dan sosialisasi dengan menggandeng berbagai unsur seperti penewu, lurah, dukuh atau kepala dusun, sampai ketua RT. (Tribunjogja)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/vaksinasi-dosis-2-dari-kg-dan-kalbe-farma-untuk-masyarakat-bantul.jpg)