Muncul Dukungan GPH Paundra jadi Raja dan GPH Bhre jadi Perdana Menteri Mangkunegaran
Pihak Mangkunegaran hingga saat ini belum memutuskan siapa yang akan menjadi Raja Mangkunegaran menggantikan KGPAA Mangkunagoro IX
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, SOLO - Pihak Mangkunegaran hingga saat ini belum memutuskan siapa yang akan menjadi Raja Mangkunegaran menggantikan KGPAA Mangkunagoro IX yang wafat pada 13 Agustus lalu.
Saat ini disebut ada tiga kandidat kuat yang berpeluang menjadi penerus KGPAA Mangkunagoro IX.
Ketiganya yakni GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara dan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo dan KRMH Roy Rahajasa Yamin.
GPH Paundrakarna yang merupakan putra Mangkunegara IX dengan istri Sukmawati Soekarnoputri.
Kemudian GPH Bhre Cakrahutomo yang merupakan putra Mangkunegara IX dengan GKP Prisca Marina.
Lalu (KRMH) Roy Rahajasa Yamin yang merupakan cucu Mangkunegara VIII.
Namun dari tiga nama tersebut, dua nama putra beda ibu dari sang raja mencuat, yakni GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara dan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo.
Dukungan terhadap keduanya untuk menjadi raja dan perdana menteri Mangkunegaran pun muncul.
Sekitar 50 pemuda yang tergabung dalam Himpunan Kawula Muda Mangkunegaran (HKMN) menyatakan dukungannya kepada Gusti Paundra untuk menjadi raja dan Gusti Bhre sebagai Perdana Menteri mendampingi Paundra di singgasananya.
"Kami ingin Paundra sebagai raja, Bhre jadi Perdana Menteri. Karena menurut kami penerus raja seharusnya digantikan anak pertama," kata Ketua HKMN, Krisna Bunga Wardani setelah acara deklarasi di Plaza Manahan, Solo, Rabu (3/11/2021) siang seperti dikutip Tribunjogja.com dari Tribunnews.com.
Krisna menambahkan, Paundra adalah sosok pantas untuk meneruskan kepemimpinan ayahanda melestarikan warisan budaya Mangkunegaran.
Baginya, Paundra memiliki jiwa yang baik dan cakap. Sementara Bhre menjadi pelengkap membawa Mangkunegaran semakin maju budayanya.
"Kami berharap semoga (Paundra) bisa menjadi pemimpin yang baik, membangun pemuda dengan budaya lebih baik karena budaya kita jadikan pedoman ke depan," tutur dia.
Sekjen Himpunan Pewaris Nilai Nilai Mangkunegaran (HPNM), Andhi Wisnu, berharap nantinya penerus tahta bisa berjalan seperti halnya suatu negara.
"Yang tua bertahta, didampingi yang muda. Barangkali bisa yg lebih berkonsentrasi ke dalam adalah raja lalu urusan keluar adalah pihak lainnya. Seperti Mangkunagoro terdahulu yang memiliki patih," tambahnya.
Baca juga: Menanti Penerus Tahta KGPAA Mangkunegara IX, Siapa yang Jadi Raja Puro Mangkunegaran Solo
Calon Mangkunagoro X Menurut Pengamat
Narasi yang beredar tentang siapa yang berhak dan pantas menjadi Mangkunagoro X dibahas dalam sebuah forum seminar.
Budayawan hingga sejarawan mengutarakan pendapatnya menurut ilmu yang dikuasainya.
Budayawan ST Wiyono, menyebut Mangkunegaran mewariskan kekayaan budaya luar biasa.
Untuk itu menurutnya, adanya dua putra raja beda ibu ini dijadikan suatu hal yang sempurna.
Seperti diketahui, Mangkunagoro IX alias Sudjiwo meninggalkan dua calon raja yang berasal dari dua ibu.
Paundra adalah anak sulung hasil perkawinan dengan Sukmawati Soekarnoputri namun berakhir perceraian. Sementara Bhre adalah anak kedua dengan permaisuri Gusti Kanjeng Putri Priska Marina.
"Keduanya (Paundra dan Bhre) memiliki kelebihan dan kekurangan. Bisa jadi satu," ucapnya dalam seminar bertajuk Mencari Nilai Nilai Mangkunegaran dalam Tantangan Masa Depan di Fave Hotel Solo, Rabu siang.
Dirinya lebih menyoroti ujung dari pergantian raja dengan berlanjut tanpa ada perselisihan.
Dengan adanya kerukunan dan kedamaian memilih calon raja, ucapnya, Mangkunegaran akan menjadi percontohan kerajaan-kerajaan nusantara.
"Suksesi ini nantinya harus memperhitungkan itu. Tetap jadi utuh tanpa ontran-ontran," tuturnya.
Sejarawan UNS, Susanto menjelaskan, calon penerus raja bisa dipilih berdasarkan tiga aspek.
Pertama di bidang politik dengan konsesus bersifat rasional berdasarkan tingkat pendidikan misalnya.
Kemudian segi tradisional, Susanto menyebut, pergantian raja berangkat dari tradisi.
"Yang ketiga dari segi karismatik. Siapa yang punya karisma pun bisa (terpilih) meski secara rasional dan tradisi dia tidak punya," ucapnya.
Susanto juga menerangkan riwayat sejarah beserta nilai-nilai warisan dari Mangkunagoro I hingga IX.
Dikisahkannya saat pergantian raja di masa Mangkunagoro V dan VI.
"Pada waktu itu Pangeran Gondosoputro adalah komandan legiun. Tapi merelakan (tahta) untuk adiknya Raden Mas Sunita menjadj Mangkunagoro V. Dan adiknya lagi Raden Mas Suyitno sebagai Mangkunagoro VI," paparnya.
"Sekarang formatnya keluarga yang bisa menjembatani. Sejarah membuktikan patokan itu tidak baku, tetapi yang terbaik untuk Mangkunegaran. Yang terbaik saat itu belum tentu terbaik untuk sekarang karena kondisinya berbeda."(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/muncul-dukungan-gph-paundra-jadi-raja-dan-gph-bhre-jadi-perdana-menteri-mangkunegaran.jpg)