Mengenal 3 Jenis Najis dan Cara Menyucikannya : Mughalladhah, Mukhaffafah dan Mutawassithah
membasuh tempat yang terkena najis sebanyak 7 kali siraman, yang mana salah satunya dicampur dengan debu (tanah) yang suci sampai tidak Tampak lagi.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM - Najis adalah hal yang menjadi penghalang seseorang untuk beribadah.
Sehingga penting artinya untuk memperhatikan apakah Anda terkena najis atau tidak. Lantaran ini bisa menentukan sah dan tidaknya ibadah Anda.
Terkait hal itu, di dalam agama Islam najis dibagi ke dalam tiga kelompok. Meliputi ;
- Mughalladhah (Najis yang berat)
- Mukhaffafah (Najis yang ringan)
- Mutawassithah (Najis pertengahan).
Berikut penjelasan lengkapnya ;
1. Najis mughalladhah (najis berat)
Contohnya adalah najis yang berasal dari anjing dan babi.
Ini termasuk air liur, ingus dan keringatnya.
Serta hasil penyilangan yang dilahirkan oleh kedua hewan tersebut, sekalipun penyilangan itu dengan binantang yang suci.
Misalnya: anjing atau babi yang dikawinkan dengan kambing, lalu melahirkan anak, maka anak hasil perkawinan itu termasuk najis mughalladhah juga.
Cara mensucikan najis mughalladhah adalah dengan cara membasuh tempat yang terkena najis sebanyak 7 kali siraman, yang mana salah satunya dicampur dengan debu (tanah) yang suci sampai tidak tampak lagi najisnya.
2. Najis mukhaffafah
Najis ini digolongkan sebagai najis ringan.
Contohnya air kencing bayi laki - laki yang belum kemasukan makanan selain air susu dan belum mencapai usia 2 tahun.
Cara mensucikan najis mukhaffafah, yaitu cukup dengan memercikkan air di atas tempat yang terkena najis hingga tempat itu menjadi basah.
3. Najis mutawassithah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/wudhu-sesuai-tuntunan-nabi-muhammad-saw.jpg)