Liga 2 2021
Kasus Pengaturan Skor, Eks PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman Kena Sanksi PSSI
Tak hanya Fandy Edy, Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi kepada empat pemain lain Perserang Serang.
Sekadar informasi, Muhammad Diksi Hendika pernah memperkuat PSS Sleman di Piala Presiden 2016, tetapi harus hengkang pada 2017 gara-gara regulasi jumlah maksimal lima pemain berusia di atas 25 tahun.
PSS Sleman memulangkan Muhammad Diksi Hendika, Rudiyana, dan Muhammad Ilhamul Irhaz karena punya lima pemain di atas 25 tahun, yakni Waluyo, Risky Novriansyah, Busari, Dirga Lasut, dan Jodi Kustiawan.
Muhammad Diksi Hendika akhirnya berlabuh di Persita Tangerang, kemudian melanglang buana ke Cilegon United FC dan Martapura FC, sebelum memutuskan banting setir berjualan cemilan secara online.
Pemain 28 tahun tersebut menjual berbagai cemilan, antara lain, frozen food, cireng krispi, keripik singkong, cilok, dan pisang lumer, melalui Instagram untuk pemasukan tambahan sekaligus mengisi waktu luang.
Kini, bersama eks PSIM Yogyakarta bernama Fandy Edy, eks PSS Sleman itu terlibat kasus pengaturan skor dan kena sanksi larangan main sepak bola serta denda dari Komite Disiplin PSSI. (Tribunjogja)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/eks-stopper-psim-yogyakarta-di-kompetisi-liga-2-2018-fandy-edy.jpg)