7 Jenis Air yang Boleh Digunakan Thaharah atau Membersihkan Diri dari Najis dalam Islam

Berthaharah dalam Islam adalah membersihkan diri dari najis. Tidak semua air suci dan menyucikan. Berikut 7 air yang boleh dipakai berthaharah.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
Kompas.com
Ilustrasi: Air 

TRIBUNJOGJA.COM – Berthaharah atau bersuci dalam Islam adalah membersihkan diri dari najis.

Islam mewajibkan umatnya untuk bersuci terlebih dahulu sebelum melakukan ibadah.

Allah SWT berfirman:

فِيْهِ رِجَالٌ يُّحِبُّوْنَ اَنْ يَّتَطَهَّرُوْاۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِيْنَ - ١٠٨

Artinya: "Di dalamnya (masjid) ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih" (QS. At-Taubah: 108).

Rasulullah SAW juga bersabda,

"Kunci salat itu adalah kesucian" (HR. Tirmidzi).

Thaharah meliputi wudhu, mandi, tayamum, menghilangkan najis, dan perkara lain yang berkaitan dengannya.

Thaharah bisa dilakukan menggunakan air atau debu.

Tidak semua air suci dan menyucikan.

Berikut 7 jenis air yang boleh dipakai berthaharah dalam Islam:

1.  Air hujan

Ilustrasi: Air Hujan
Ilustrasi: Air Hujan (SHUTTERSTOCK)

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Anfal:11

إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْأَقْدَامَ

Artinya: “(Ingatlah), ketika Allah membuat kamu mengantuk untuk memberi ketenteraman dari-Nya, dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu (teguh pendirian)."

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved