Breaking News:

Guru dan Siswa SMKN 1 Sedayu Tertular Covid-19 Saat PTM, Disdikpora DIY Evaluasi Prokes

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY akan mengevaluasi pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di DI Yogyakarta

TRIBUNJOGJA.COM/ Yuwantoro Winduajie
Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY akan mengevaluasi pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di DI Yogyakarta pasca munculnya klaster penularan Covid-19 di SMKN 1 Sedayu, Bantul.

Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya melaporkan, sebanyak lima siswa dan seorang guru di SMKN 1 Sedayu dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani pemeriksaan sampel.

Penularan itu disebabkan karena ketidaktaatan salah seorang siswa. 

Baca juga: Terancam Digusur, Camat Mergangsan: Lapak di Bantaran Kali Code Brontokusuman Tak Berizin

Siswa itu sebenarnya masuk daftar kontak erat dengan pasien Covid-19 namun memutuskan untuk tetap masuk sekolah.

"Ketika di-tracing anak itu malah berangkat ke sekolah sehingga satu kelas di-tracing 18 anak. Untuk gurunya ada tiga. Kemudian diketahui ada 5 siswa dan satu guru yang positif," jelas Didik, Rabu (27/10/2021).

Saat ini, kegiatan PTM di SMK tersebut telah dihentikan sembari menunggu hasil penelusuran kontak erat yang akan digelar selama dua hari.

Kegiatan belajar mengajar kini kembali menggunakan metode daring atau jarak jauh.

Karena kejadian tersebut, Disdikpora DIY akan segera melakukan evaluasi. Menurutnya penerapan prokes di sekolah perlu diperketat.

"Evaluasinya apakah kita harus memperketat prokes di sekolah lain itu kita lakukan," tandasnya.

Saat ini Disdikpora DIY juga tengah menggelar skrining kepada warga sekolah untuk mendeteksi penularan Covid-19.

Dari 327 sekolah jenjang SMA/SMK yang menggelar PTM, 10 persen di antaranya akan dilakukan pengetesan. Pemeriksaan menyasar guru, tenaga kependidikan, hingga siswa secara acak.

Baca juga: 3 Jenis Vaksin yang Disiapkan Kemenkes untuk Vaksinasi Covid-19 Anak 5-11 Tahun, Dimulai Tahun Depan

"Nah 10 persen dari itu akan bergiliran. Setiap sekolah itu kan nggak semuanya siswa," jelasnya.

Didik juga meminta agar gugus tugas di tingkat satuan pendidikan bekerja ekstra terkait penegakan disiplin protokol kesehatan di sekolah.

Lebih jauh, pihaknya telah membentuk agen perubahan perilaku di kalangan guru maupun siswa untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan.

"Kemudian membekali siswa yang ditunjuk sebagai agen perubahan untuk meningkatkan teman-temannya," imbuhnya. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved