Breaking News:

Erupsi Gunung Merapi

UPDATE Gunung Merapi 20 Oktober 2021: Terjadi 67 Kali Gempa Guguran Pagi Ini

Aktivitas Gunung Merapi mengalami gempa guguran sebanyak 67 kali pada periode pengamatan pagi ini, Rabu (20/10/2021) pukul 00:00-06:00 WIB.

dok BPPTKG
Visual Gunung Merapi, Rabu (20/10/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Aktivitas Gunung Merapi mengalami gempa guguran sebanyak 67 kali pada periode pengamatan pagi ini, Rabu (20/10/2021) pukul 00:00-06:00 WIB.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida mengatakan, secara meteorologi, cuaca berawan dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur dan barat.

Suhu udara 15-20 °C, kelembaban udara 75-90 %, dan tekanan udara 568-720 mmHg.

Baca juga: Info Prakiraan Cuaca BMKG DI Yogyakarta Rabu 20 Oktober 2021, Potensi Hujan Siang Hingga Malam

"Secara visual gunung kabut 0-II hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati," ucap Hanik.

Gempa guguran terjadi sebanyak 67 kali dengan amplitudo 4-14 mm, durasi 25-121 detik.

Hembusan terjadi sebanyak 1 kali, amplitudo  7 mm, durasi 18.8 detik.

Hybrid/fase banyak terjadi sebanyak 8 kali, amplitudo 3-8 mm, S-P 0.3-0.5 detik, durasi 7.2-10.2 detik.

Tektonik jauh sebanyak 1 kali amplitudo 4 mm, S-P 8.72 detik, durasi : 66.4 detik.

“Gunung Merapi saat ini masih berada di Level III atau siaga. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” tandasnya.

BPPTKG merekomendasikan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Kemudian masyarakat diminta agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (Kur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved