Breaking News:

PPKM Level 2 di DI Yogyakarta, PHRI DIY Minta Pariwisata Kembali Dibuka

Level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Daerah Istimewa Yogyakarta menurun dari level III menjadi level II.

TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Daerah Istimewa Yogyakarta menurun dari level III menjadi level II.

Namun penurunan level PPKM ini tidak disambut antusias oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY, Deddy Pranawa Eryana.

"Penurunan level PPKM memang menjadi berita baik, tetapi apakah itu menjadi berita baik juga untuk Pemerintah Daerah (Pemda) DIY? Apakah kemudian pariwisata dibuka, lalu bus pariwisata boleh masuk, atau ada kebijakan apa? Kalau tidak kan sama saja," katanya, Selasa (19/10/2021).

Baca juga: PPKM Turun ke Level 2, Warga Sleman Diminta Jangan Lengah 

Ia menerangkan meskipun okupansi hotel sudah mulai meningkat, namun hal tersebut belum memulihkan perekonomian pengelola hotel.

Saat ini okupansi hotel bintang tiga hingga lima yakni 60 hingga 80 persen, sedangkan hotel bintang dua ke bawah hanya 40 hingga 60 persen.

Okupansi hotel bintang tiga hingga lima lebih baik karena cukup banyak kegiatan Meetings, Incentives, Conferencing, Exhibitions (MICE). Sedangkan okupansi hotel bintang dua ke bawah masih rendah.

"Kami masih belum baik-baik saja. Hotel bintang tiga ke atas okupansinya karena MICE yang dilaksanakan di Yogyakarta. Sedangkan hotel bintang dua ke bawah bagaimana? Pangsa pasar hotel bintang dua ke bawah adalah wisatawan menengah. Kalau pariwisata tidak dibuka bagaimana mau hidup," terangnya. 

Menurut dia, dengan turunnya level PPKM, harus dibarengi dengan kebijakan yang mendukung ekonomi. Namun demikian, kesehatan masyarakat tetap menjadi yang utama. 

Baca juga: Tak Ada Tambahan Kasus Baru Covid-19, PPKM di Kota Magelang Turun ke Level 2

"Jangan kemudian takut level PPKM turun, nanti pariwisata buka, kemudian kasus akan meningkat. Kalau yang dipikirkan seperti itu, ekonomi dan kesehatan tidak bisa jalan bareng. Saat ini kita harusnya hidup berdampingan dengan COVID-19," sambungnya. 

Agar sektor ekonomi dan kesehatan dapat berjalan berdampingan, protokol kesehatan menjadi kunci utama.

Saat ini hotel di DIY sudah memenuhi protokol kesehatan. Namun protokol kesehatan juga harus dilaksanakan di obyek wisata, termasuk akomodasi. 

"Masyarakat juga harus tertib melaksanakan protokol kesehatan. Jadi seluruh pelaku wisata harus tertib. Itu kuncinya," tambahnya. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved