Sejarah dan Peristiwa Penting Maulid Nabi Muhammad SAW

Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati pada 12 Rabiul Awal atau tahun 1443 Hijriah yang pada tahun ini jatuh pada 19 Oktober 2021.

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Rina Eviana
Net
Ilustrasi 

Tribunjogja.com - Umat Islam akan memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi Muhammad SAW.

Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati pada 12 Rabiul Awal atau tahun 1443 Hijriah yang pada tahun ini jatuh pada 19 Oktober 2021.

Dikutip dari laman lampung.kemenag.go.id, banyak peristiwa penting yang terjadi di bulan Rabiul Awal.

Maulid Nabi Muhammad SAW
Maulid Nabi Muhammad SAW (ist)

Rasulullah SAW lahir pada Senin, 12 Rabiul Awal di tahun gajah ('am al-fil).

Lalu pada 17 Rabiul Awal adalah peristiwa Rasulullah hijrah atau meninggalkan Kota Mekkah menuju Kota Madinah.

Terakhir, pada 27 Rabiul Awal adalah tanggal wafatnya Rasulullah SAW.

Inilah yang membuat bulan Rabiul Awal sangat dimuliakan oleh seluruh kaum muslimin di dunia.

Rasulullah SAW lahir dari seorang Ibu bernama Sayyidah Aminah, dan Ayahnya bernama Abdullah.

Namun, sang ayah meninggal dunia saat Muhammad masih ada dalam kandungan.

Menurut hadits riwayat Imam Ibnu Ishaq dari Sayyidina Ibnu Abbas, Rasulullah dilahirkan pada malam yang tenang: Rasulullah dilahirkan di hari Senin, tanggal dua belas di malam yang tenang pada bulan Rabiul Awwal, Tahun Gajah.” (Imam Ibnu Hisyam, juz 1, hlm 183).

Sebelum Muhammad dilahirkan, perasaan Aminah begitu tenang dan damai, terutama pada12 hari sebelum kelahiran.

Baca juga: 50 Kata-kata Ucapan Selamat Maulid Nabi Muhammad, Cocok Dikirim Grup WA Keluarga, RT dan Alumni

Aminah juga mengalami beberapa kejadian mengagumkan jelang kelahiran Rasul.

Ini membuktikan bahwa Nabi Muhamad sebagai cahaya dan nabinya umat islam di dunia ini dan mmenjadi panutan setiap umat.

Berikut adalah 12 peristiwa mengagumkan itu.

1. Pada malam tanggal pertama Rabi’ul Awwal, Aminah mendapatkan kedamaian dan ketenteraman dari Allah, sehingga merasa begitu tenang dan damai.

2. Malam tanggal kedua, Aminah menerima seruan berita dari Allah bahwa ia akan segera mendapatkan anugerah yang agung dan mulia.

3. Malam ketiga, Aminah kembali menerima pesan dari Allah bahwa ia sebentar lagi akan melahirkan nabi paling agung dan mulia, Nabi Muhammad saw.

4. Malam keempat, suara dzikir malaikat terdengar jelas hingga ke telinga Aminah.

5. Malam kelima, Aminah mimpi bertemu dengan Nabi Ibrahim.

Dalam mimpi itu, Ibrahim meminta Aminah untuk bergembira karena akan melahirkan nabi pemilik kemuliaan.

“Bahagialah engkau, wahai Aminah dengan lahirnya Nabi yang agung ini, Nabi pemilik cahaya yang terang benderang, Nabi pemilik keutamaan, Nabi pemilik kemuliaan, dan Nabi pemilik segala bentuk pujian,” kata Nabi Ibrahim kepada Aminah.

Baca juga: Amalan Sunah Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Perbanyak Baca Sholawat Nabi

6. Malam keenam, Aminah melihat cahaya memenuhi sudut-sudut alam semesta, hingga tidak ada kegelapan.

7. Pada malam ketujuh, Aminah melihat malaikat berbondong-bondong mendatangi rumahnya.

Mereka menyampaikan kabar gembira bahwa waktu kelahiran Rasulullah semakin dekat.

8. Malam kedelapan, Aminah mendengar berita yang menyerukan kepada seluruh penghuni alam, untuk berbagi karena kelahiran Rasulullah semakin dekat.

9. Di malam kesembilan, Aminah merasakan ketenangan dan kedamaian, sehingga tidak merasa sedih sedikit pun.

10. Malam kesepuluh, Aminah melihat tanah Mina dan Khaif bergembira menyambut kelahiran Muhammad.

11. Malam ke-11, Aminah melihat seluruh penghuni langit begitu senang menyambut detik-detik kelahiran sang Rasul.

12. Malam-12, Aminah yang ada di rumah melihat langit begitu cerah.

Awalnya ia menangis tersedu-sedu karena sendirian di rumah.

Saat itu, Abdul Muthalib, kakek Rasulullah, sedang bermunajat di Ka’bah.

Namun saat proses persalinan tiba, Allah mengutus empat wanita utama untuk menemani Aminah selama proses melahirkan.

Mereka adalah Hawa istri Nabi Adam, Sarah istri Nabi Ibrahim, Asiyah binti Muzahim, dan Maryam binti Imran ibunda Nabi Isa.

Dalam kitab tersebut juga disebutkan bahwa bumi bergetar hebat dan seluruh langit dipenuhi cahaya terang setelah Rasulullah dilahirkan.

Istana Kisra berguncang dahsyat sehingga menyebabkan 14 balkonnya roboh.

Api abadi yang disembah oleh umat Majusi juga diriwayatkan padam.

Ka’bah pun disebutkan ikut bergetar selama tiga hari karena bahagia menyambut kelahiran Nabi.

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved