Kasus Covid-19 Turun, tapi Masyarakat Malah Mulai Abai Prokes, Begini Respon Presiden Jokowi

Kasus Penularan Covid-19 Turun, tapi Masyarakat Mulai Abai Prokes, Begini Respon Presiden Jokowi

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
SETPRES/AGUS SUPARTO
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana menyempatkan ke Kompas Bajo di kawasan Puncak Waringin usai acara peresmian sejumlah pembangunan infrastruktur di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (14/10/2021) sore. Dalam kunjungan kerjanya Kamis ini, Presiden Jokowi meresmikan sejumlah proyek pemerintah dalam rangka mewujudkan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Penularan Covid-19 di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir mengalami penurunan sangat signifikan.

Bahkan kasus harian beberapa waktu terakhir berhasil ditekan di bawah 1000 kasus.

Dalam 24 jam terakhir, kasus baru Covid-19 di Indonesia tercatat hanya bertambah 626 pasien.

Di tengah penurunan kasus, masyarakat di Tanah Air malah mulai abai terhadap protokol kesehatan.

Presiden Jokowi pun mengingatkan jajarannya terkait dengan banyaknya warga yang abai terhadap prokes di tengah upaya pemerintah untuk menekan angka penularan Covid-19.

Hal itu disampaikan Menteri Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan usai mengikuti rapat terbatas evaluasi PPKM bersama Presiden Jokowi dan sejumlah menteri terkait pada Senin (18/10/2021) seperti yang dikutip Tribunjogja.com dari Kompas.com.

"Presiden tadi mengingatkan juga sudah banyak kegiatan-kegiatan yang kadang-kadang agak mengabaikan prokes. Baik itu di pernikahan, maupun pariwistaa atau kegiatan lain," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual.

Baca juga: Update Covid-19 Senin 18 Oktober 2021, Kasus Baru Tambah 626 Pasien, Sembuh Tambah 1593 Orang

Baca juga: Catat Ya, PPKM Diperpanjang Hingga 1 November, Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Tempat Wisata

Oleh karenanya, dia mengimbau masyarakat tetap patuh menjalankan prokes.

Luhut mengingatkan, saat ini pemerintah masih berjaga-jaga terhadap kemungkinan terjadinya gelombang ketiga Covid-19 pada akhir tahun.

"Gelombang ketiga kemungkinan terjadi pada nanti Natal dan Tahun Baru yang akan datang. Jadi semua kita harus hati-hati," tambah Luhut.

Dalam kesempatan yang sama, Luhut mengatakan, kasus aktif Covid-19 di Indonesia saat ini sekitar 18.000 kasus.

Sementara itu, kasus aktif Covid-19 di Jawa-Bali sekitar 7.000 kasus.

Kondisi imi jauh menurun dibandingkan lebih dari 570.000 kasus aktif pada puncak varian delta.

Luhut juga menyebutkan, situasi pandemi Covid-19 terus terkendali pada tingkat yang rendah pada tingkat penularan.

Kasus konfirmasi positif Covid-19 Indonesia dan Jawa-Bali masing-masing telah turun hingga 99 persen dari kasus puncaknya pada 15 Juli 2021.

Selain itu, angka reproduksi efektif kasus Covid-19 di Bali akhirnya turun di bawah 1.

Kondisi ini mengikuti angka nasional dan Pulau Jawa, yang mengindikasikan terkendalinya pandemi Covid-19. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved