Jawa
Antisipasi Musim Penghujan, BPBD Klaten Dirikan Posko Siaga Bencana
BPBD Kabupaten Klaten telah mendirikan posko siaga bencana untuk mengantisipasi datangnya musim penghujan.
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten telah mendirikan posko siaga bencana untuk mengantisipasi datangnya musim penghujan.
Adapun posko utama antisipasi musim penghujan itu dipusatkan di kantor BPBD Klaten.
"Kami sudah dirikan posko utama siaga bencana antisipasi musim penghujan di kantor BPBD Klaten," ujar Kepala BPBD Klaten Sip Anwar pada Tribunjogja.com, Minggu (17/10/2021).
Selain mendirikan posko siaga bencana, Anwar menjelaskan jika pihaknya juga telah berkoordinasi dengan para komunitas dan relawan kebencanaan di daerah itu.
Baca juga: Sekretaris BNPB Dorong Desa di Klaten Miliki Rencana Kontijensi Pengurangan Risiko Bencana
"Komunitas dan relawan juga sudah kami kumpulkan untuk sosialisasikan antisipasi bencana di musim penghujan tahun ini," katanya.
Ia kemudian juga berpesan kepada masyarakat untuk mulai merapikan ranting pohon di lingkungan tempat tinggalnya.
Hal itu untuk mencegah terjadinya pohon tumbang jika terjadi hujan atau angin puting beliung.
Kepada warga kami imbau juga agar warga tidak berteduh di bawah papan reklame karena itu juga bahaya jika terjadi angin kencang," imbuhnya.
Ia mengatakan, untuk saat ini musim penghujan prediksinya di Kabupaten Klaten sudah masuk.
"Tapi untuk Klaten saat ini intensitas hujannya masih relatif kecil. Mudah-mudahan Klaten aman terkendali," harapnya.
Sebelumnya, Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan mendorong desa-desa di Kabupaten Klaten memiliki rencana kontijensi pengurangan resiko bencana.
Baca juga: Masuki Awal Musim Hujan, 7 Desa di Klaten Masih Dapat Bantuan Air Bersih
Hal itu ia sampaikan saat TribunJogja.com temui saat menghadiri Peringatan Hari Pengurangan Risiko Bencana 2021 di Desa Sawit, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (13/10/2021).
"Selain itu desa-desa juga harus membuat rencana kontijensi jika ada bencana seperti tanggul jebol dan lainnya," ucapnya.
Menurut Lilik, Klaten merupakan wilayah yang memiliki resiko rawan bencana.
"Sebelum bencana terjadi dan sesuai dengan semangat pengurangan resiko bencana kita harus lakukan upaya-upaya," ucapnya.
"Kita tahu, kita punya dua musim ya, musim penghujan dan musim kemarau. Banyak ramalan dan informasi dari BMKG mengenai bencana hidrometeorologi tentu ini juga harus jadi perhatian kita," imbuhnya. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/antisipasi-musim-penghujan-bpbd-klaten-dirikan-posko-siaga-bencana.jpg)