Breaking News:

Sekretaris BNPB Dorong Desa di Klaten Miliki Rencana Kontijensi Pengurangan Risiko Bencana

Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan mendorong desa-desa di Kabupaten Klaten memiliki rencana kontijensi

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan saat ditemui di Desa Sawit, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (13/10/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan mendorong desa-desa di Kabupaten Klaten memiliki rencana kontijensi pengurangan risiko bencana.

Hal itu ia sampaikan saat ditemui awak media saat menghadiri Peringatan Hari Pengurangan Risiko Bencana (PHRB) 2021 di Desa Sawit, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (13/10/2021).

"Selain itu desa-desa juga harus membuat rencana kontijensi jika ada bencana seperti tanggul jebol dan lainnya," ucapnya.

Baca juga: Kota Yogyakarta Sabet Anugerah Parahita Ekapraya 2020 

Menurut Lilik, Klaten merupakan wilayah yang memiliki resiko rawan bencana.

"Sebelum bencana terjadi dan sesuai dengan semangat pengurangan risiko bencana kita harus lakukan upaya-upaya," ucapnya.

"Kita tahu, kita punya dua musim ya, musim penghujan dan musim kemarau. Banyak ramalan dan informasi dari BMKG mengenai bencana hidrometeorologi tentu ini juga harus jadi perhatian kita," imbuhnya.

Ia menambahkan, Pemerintah, komunitas dan relawan harus melakukan sosialisasi bagi masyarakat terkait budaya sadar bencana sehingga saat bencana terjadi semua risiko bisa diminimalisir.

Baca juga: Obyek Wisata Blank Spot Sinyal di Gunungkidul Diidentifikasi, Paling Banyak di Kawasan Pantai

Sementara itu, Kepala BPBD Klaten Sip Anwar mengatakan jika pihaknya telah menerbitkan surat peringatan bencana hidrometeorologi kepada camat di Klaten.

"Kita sudah terbitkan surat, dan minta bapak ibu camat lakukan sosialisasi ke desa-desa wilayahnya untuk mempersiapkan diri terkait kondisi yang akan datang," urainya.

Disamping itu, warga juga diminta untuk mengurangi ranting pohon yang beresiko ambruk saaat diterpa angin kencang. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved