Breaking News:

Pendidikan

Alumnus UGM Mewakili Indonesia di ASEAN Innovation Platform Dialogue

Angelo Wijaya menghadiri ASEAN Innovation Platform ASEAN Innovation Platform Dialogue diadakan pada tanggal 27-28 September lalu di Brunei Darussalam.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Angelo Wijaya 

TRIBUNJOGJA.COM - Alumnus Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fisipol UGM, Angelo Wijaya, mewakili pemuda Indonesia dalam ajang internasional.

Baru-baru ini, Ia menghadiri ASEAN Innovation Platform ASEAN Innovation Platform Dialogue diadakan pada tanggal 27-28 September lalu di Brunei Darussalam.

Angelo menjadi satu dari lima delegasi pemuda Indonesia yang hadir bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI dalam acara tersebut.

Baca juga: Penelitian Mahasiswa UGM : Pelet Nano-Biochar Potensial Jadi Pakan Ternak Rendah Emisi Gas Metana

Kegiatan ASEAN Innovation Platform Dialogue diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Brunei Darussalam sebagai ketua ASEAN tahun ini, dengan dukungan penuh dari ASEAN Secretariat.

Sedikitnya 50 perwakilan pemuda ASEAN berdiskusi dan menegosiasikan sebuah rekomendasi kebijakan yang pada akhirnya diserahkan kepada pejabat ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC).

Dalam rilis yang dikirim ke wartawan, Selasa (12/10/2021), Angelo mengatakan pada pertemuan tersebut, ia mewakili suara dan aspirasi pemuda Indonesia terkait digitalisasi, inovasi, dan masa depan pekerjaan.

“Kita menyuarakan menyuarakan pentingnya pelatihan keterampilan dan keahlian yang terjangkau bagi seluruh pemuda ASEAN, terutama yang terkait dengan keterampilan masa depan  agar pemuda di ASEAN dapat terserap ke dalam pasar kerja dan serta dapat menurunkan tingkat pengangguran pemuda,” katanya.

Baca juga: Penelitian Guru Besar UGM : Kopi Mengandung Antioksidan dan Potensial Cegah Paparan Covid-19

Selain itu,Angelo menambahkan ia bersama pemuda ASEAN lainnya menyuarakan pentingnya kesetaraan akses digital di kawasan Asia Tenggara melalui pemerataan infrastruktur digital di daerah perkotaan dan pedesaan.

“Melalui infrastruktur digital yang merata merupakan kunci peningkatan kapasitas dan keterampilan digital pemuda ASEAN”, tegasnya.

Menurutnya negara-negara ASEAN perlu memasukkan pembelajaran sepanjang hayat dalam kurikulum pendidikan dimulai dari pendidikan usia dini sebagai kunci pembangunan pemuda, terutama bagi Indonesia akan menikmati bonus demografi pada dekade mendatang.

“Aspirasi yang kami sampaikan sebagai perwakilan Indonesia di platform ASEAN ini sejalan dengan aspirasi yang saya sampaikan di platform pemuda lainnya, seperti di G20”, kata Angelo, yang juga pernah jadi delegasi Indonesia bagi KTT Pemuda G20 yang membahas isu serupa. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved