PSS Sleman
PSS SLEMAN: Pemegang Saham Mayoritas Belum Bisa Jawab Tuntutan BCS, Ini Alasannya
Disinggung apa keputusan pemegang saham terkait tuntutan suporter, Agus tidak bisa memberikan jawaban. Dikarenakan ketidakhadiran Effy Soenarni.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM- Bak benang kusut, permasalahan antara manajemen PT PSS Sleman dan suporternya tak kunjung terurai. Desakan suporter PSS yang berharap pelatih kepala Dejan Antonic dipecat, tak kunjung menemui jawaban, polemik pun malah kian melebar.
Menyikapi situasi tersebut, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo melayangkan surat kepada pemegang saham mayoritas PT PSS supaya segera memberikan keputusan. Kustini memberikan waktu hingga Senin (18/10) untuk memberikan keputusan tegas terhadap tiga tuntutan suporter.
Hal tersebut disampaikan Kustini usai melakukan zoom meeting dengan salah satu pemegang PT PSS dari PT Palladium Pratama Cemerlang selaku pemegang saham mayoritas, Agus Projosasmito.
Dalam perbincangan daring tersebut, Kustini meminta pemegang saham PT PSS agar bersikap tegas terhadap sikap manajemen yang terkesan lamban memberi respon pada aduan suporter.
"Para suporter ini sudah lama menunggu bahkan ada yang sampai ke Jakarta dan Bandung. Tapi sampai hari ini belum ada jawaban yang memuaskan. Maka dari itu saya disini ingin meminta jawaban yang tegas dari pemegang saham, bagaimana," kata Kustini saat berbincang melalui zoom, Jumat (15/10).
Jawaban tegas yang dimaksud Kustini adalah tuntutan suporter agar Direktur Utama PSS, Marco Gracia Paulo, pelatih Dejan Antonic, dan pemain Arthur Irawan keluar.
Pasalnya, hingga saat ini manajemen PT PSS terkesan mengulur waktu dan tidak mengindahkan tuntutan suporter tersebut.
"Saya memantau PSS dari jauh. Dan dari informasi yang saya dengar (tuntutan) akan dipenuhi sebelum pertandingan seri ke dua. Tapi sampai ini belum ada jawaban tegas yang akhirnya memicu kemarahan para suporter," jelas Kustini.
Sementara itu, ketika disinggung apa keputusan pemegang saham terkait tuntutan suporter, Agus tidak bisa memberikan jawaban. Dikarenakan ketidakhadiran pemilik saham Effy Soenarni Soeharsono pada kesempatan tersebut.
Pasalnya, setengah saham dari 70 persen yang dimiliki oleh PT Palladium Permata Cemerlang juga dipegang oleh Effy.
"Saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Tetapi memang belum ada titik temu. Jadi saya butuh bantuan lagi dari ibu Bupati. Tapi disini saya sampaikan juga bu bahwa PSS tidak akan pindah homebase," terang Agus.
Menindaklanjuti hal tersebut, Kustini hari ini mengirimkan surat melalui Pemda Sleman sebagai bentuk ultimatum.
"Siang ini saya akan kirim suratnya. Saya kasih waktu sampai senin sore. Kalau sampai belum ada sikap tegas minimal dari salah satu tuntutan itu, akan saya tindak lanjut," ujar Kustini.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, lantaran tak kunjung mendapatkan jawaban soal realisasi tiga tuntutan, komunitas suporter klub PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS) menggelar audiensi dengan Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, Jumat (15/10/2021) dini hari WIB.
Hal tersebut dilakukan lantaran tuntutan Sleman Fans belum mampu dipenuhi dewan komisaris dan pemegang saham mayoritas PT PSS. Mengingat telah dilakukan penagihan janji yang disepakati hari ini. Hari dimana sebelum Series 2 akan digelar, Jumat (15/10) hari ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/soal-realisasi-tiga-tuntutan-bcs-beri-deadline-ke-direksi-pt-pss-hingga-siang-ini-pukul-1300-wib.jpg)