Kabar Pembangunan Tol Yogyakarta-Solo, Ada Kompleks Pemakaman Batal Kena Terjang

Satu kompleks makam di Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah batal diterjang

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com | Iwan Al Khasni
Jalan Tol Salatiga-Bawen 

- Ada Perubahan Trase Jalan Tol

Seorang perangkat Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah saat menunjukan patok tol Yogyakarta-Solo yang melintasi desa itu, Senin (11/10/2021).
Seorang perangkat Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah saat menunjukan patok tol Yogyakarta-Solo yang melintasi desa itu, Senin (11/10/2021). (TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan)

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Satu kompleks makam di Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah batal diterjang pembangunan jalan Tol Yogyakarta Solo . 

Sedianya, satu kompleks pemakaman di desa itu bakal digilas oleh proyek Trans Jawa itu.

Namun, setelah dilakukan koordinasi akhirnya jalur tol di geser sehingga tidak jadi mengenai kompleks pemakaman tersebut.

Kepala Desa Kahuman, Ida Andung Prihatin mengatakan untuk desa yang ia pimpin terdapat 125 bidang tanah yang diterjang oleh jalan Tol Tol Yogyakarta Solo . 

"Rata-rata semua bidang milik warga yang kena tol sudah cair uang ganti ruginya.

"Di sini ada 125 tanah yang kena termasuk tanah kas desa," ucapnya pada TribunJogja.com, Kamis (14/10/2021).

Menurutnya, untuk tanah kas desa (TKD) yang diterjang tol di desa itu hampir seluas 38.000 yang tersebar di 19 bidang tanah.

"Untuk Polanharjo memang di desa kita paling banyak tanah kas desanya kena.

"Nilai UGR tanah kas desa yang kita terima sekitar Rp13 miliar," ucapnya.

Untuk TKD pengganti, lanjut dia pihaknya sudah melakukan pengajuan proses penggantian dan sudah diajukan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten.

"Saat ini sudah proses, kita dapat pengganti sebagian ada yang di luar Desa Kahuman sekitar 6 bidang sisanya masih di dalam bidang," ucapnya.

Menurutnya, sebagian besar tanah yang digilas proyek strategis nasional di desa itu berupa lahan persawahan.

"Paling banyak sawah, kalau rumah hanya dua bidang yang paling barat itu. Itu pemiliknya juga sudah pindah," katanya.

Kemudian, kata Ida, pada awalnya di desa yang ia pimpin terdapat satu kompleks pemakaman yang akan kena tol, namun setelah rapat dengan pihak PPK Tol akhirnya terdapat pergeseran.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved