Masyarakat Jangan Lengah Meski Kasus Covid-19 Turun
Permintaan tersebut disambut baik oleh Sekretaris Jenderal Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi), Lia G. Partakusuma
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Masyarakat diharapkan tidak lengah kendati kasus Covid-19 terus menurun.
Masyarakat tetap harus waspada. Demikian pula dengan rumah sakit harus tetap siap siaga.
"Tempat isolasi terpusat dan Posko PPKM harus tetap bekerja. Kita harus mengawal PPKM ini. Jangan sampai terjadi lonjakan kasus itu kembali," ujar Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Alexander Ginting dalam dialog FMB 9
Permintaan tersebut disambut baik oleh Sekretaris Jenderal Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi), Lia G. Partakusuma.
Lia dalam kesempatan yang sama menuturkan pihak rumah sakit sampai saat ini tidak pernah mengurangi standar untuk skrining pada setiap rumah sakit.
RS tetap melakukan prosedur sama seperti kasus lonjakan masih tinggi.
"Artinya semua pasien dilakukan pemeriksaan dengan baik yang mau ada tindakan juga kita skrining dengan ketat termasuk petugas kita atau nakes. Itu juga harus kita perhatikan. Jadi kami di rumah sakit tetap memberlakukan semua persyaratan atau semua tata cara saat pandemi Covid-19," jelasnya dr.Lia.
PERSI pun mengimbau pemerintah segera mempercepat dan memperluas vaksinasi kepada masyarakat rentan.
Seperti kelompok lansia, mereka punya komorbid serta disabilitas.
"Ini yang perlu kita jaga karena mereka itulah kalau mereka terkena covid ini biasanya yang menjadi lebih berat itu," katanya.
"Jangan menjadi alasan bahwa karena sudah lansia atau mereka punya penyakit lain tidak mau divaksin karena itu akan membantu kami rumah sakit, termasuk disabilitas dan sebagainya harus kita lindungi itu jangan sampai mereka justru kalau sakit akan menjadi berat dan angka kematian terus meningkat lagi itu karena mereka tidak terproteksi dengan baik," kata dia menambahkan.
Skala Mikro
Pengendalian Covid-19 di Indonesia terus membaik. Sejumlah negara memuji penurunan kasus terkonfirmasi positif di Tanah Air.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Alexander Ginting mengatakan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro merupakan strategi yang paling berhasil selama penanganan Covid-19 di Indonesia.
Ia mengatakan, sejak Maret 2020 terdapat sejumlah kebijakan yang diterapkan pemerintah dimulai dari PSBB, PSBB yang dilonggarkan, PPKM berjilid hingga PPKM skala mikro.
"Akhirnya kita di bulan Januari ada PPKM 1 PPKM 2, kemudian skala mikro dan ternyata instrumen kita ini ternyata yang paling cocok untuk masyarakat Indonesia," ujarnya dalam dialoh FMB 9 virtual, Selasa (12/11/2021).
Menurutnya keberhasilan ini tak lepas dari kerjasama pemerintah bersama masyarakat, TNI dan Polri.
"Penanganan Covid-19 sampai ke level keluarga melalui pos desa dan pos kekeluargaan ini mungkin yang tidak dilihat di negara lain. Jadi perjuangan bukan melawan musuh tapi melawan virus," imbuhnya.
Meski diakuinya penanganan Covid-19 melalui kebijakam PPKM skala mikro membutuhkan waktu namun hasilnya terbilang baik.
"Tidak sangka menjadi terbukti memberikan dampak yang baik walaupun secara bertahap tapi kita lihat waktu itu lonjakan kasus pada bulan Juli, lalu kita PPKM darurat bulan Juli, di bulan September kita sudah mulai terjadi pelonggaran dan di bulan 10 ini kita sudah melihat banyak kabupaten kota yang sudah PPKM level 1 dan 2," ujarnya.
"Ini suatu prestasi yang luar biasa hanya dalam hitungan bulan melihat berbagai luasnya Indonesia ada yang di pulau-pulau ada yang di pulau besar ada daerah terkecil tapi ternyata kita bisa melakukan pembatasan," lanjut Alexander.
Dalam posisi landainya kasus dan pencapaian PPKM pada level 1 dan 2 diharapkan masyarakat tidak boleh lengah.
Tetap harus waspada, demikian juga pemerintah dengan rumah sakit harus tetap pada kesiapannya.
"Tempar isolasi terpusat dan posko PPKMp harus tetap bekerja. Kita harus mengawal PPKM ini. Jangan sampai terjadi lonjakan kasus itu kembali," pesannya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/seluruh-kecamatan-di-kota-yogya-deklarasi-tuntas-vaksin-1-oktober-2021.jpg)