Kelas Online Buddha Dharma Institut Dong Zen Indonesia Angkatan Kedua (IDZI-2) Resmi Dibuka
Acara dihadiri oleh Bhiksuni Jue Cheng, Kepala Vihara Fo Guang Shan Malaysia, Singapura, Thailand, India dan Indonesia
TRIBUNJOGJA.COM - Upacara pembukaan IDZI-2 berlangsung secara virtual melalui zoom meeting Jumat, 8 Oktober 202.
Acara dihadiri oleh Bhiksuni Jue Cheng, Kepala Vihara Fo Guang Shan Malaysia, Singapura, Thailand, India dan Indonesia dan juga Kepala Institut Fo Guang Shan Dong Zen Malaysia; Bhiksuni Jue Pei, Sekretaris Jenderal BLIA Pusat (Secretary-General of Buddha’s Light International Association (BLIA) World Headquarters) dan Kepala Vihara Fo Guang Shan Jin Guang Ming, New Taipei City, Taiwan; Bhiksuni Miao Nan.
Kemudian Rektor Universitas Tsung Lin, Fo Guang Shan, Taiwan; Bhiksu Hui Zhao, Dekan Sekolah Putra Universitas Tsung Lin, Fo Guang Shan, Taiwan; Bhiksu Hui Ping, Wakil Dekan Sekolah Putra Universitas Tsung Lin, Fo Guang Shan, Taiwan; Bhiksu Hui Zhong; Bhiksuni Miao Mu, Kepala Vihara Fo Guang Singapura; Bhiksuni Man Hui.
Wakil Kepala Vihara Fo Guang Shan Dong Zen Malaysia; Bhiksuni Miao You, Kepala Vihara Fo Guang Shan Zu Lai Brazil; Bhiksu Nirmana Sasana, Pembina Institut Dong Zen Indonesia (IDZI); Bhiksuni Ru Yin, Guru Pembimbing Institut Fo Guang Shan Dong Zen Malaysia; Bhiksuni Miao Hao, Bhiksuni Zhi Yi, Bhiksuni Bhadra Sastra, Bhiksuni Bhadra Vimala, Bhiksuni You Qian, Bhiksuni You Deng, Bhiksuni Zhi You, Bhiksuni Zhi Min, Bhiksuni Zhi Neng, Bhiksuni Jue Guan, Bhiksu Hui Cheng, Bhiksuni Xian An, Bhiksuni Xian Le, para bhiksu dan bhiksuni dari Fo Guang Shan Taiwan, Malaysia, Singapura, Brazil, Afrika Selatan.
Kemudian tamu undangan, para mahasiswa dari Universitas Tsung Lin, Taiwan; serta lebih dari 150 siswa IDZI-2 dari seluruh Indonesia dan bahkan tercatat beberapa siswa yang berdomisili di Singapura dan Taiwan yang terdaftar dalam program ini.
Antusiasme para siswa untuk mempelajari Buddhisme Humanistik melalui Program IDZI-2 ini terlihat dari jumlah siswa yang meningkat 2 kali lipat dari program sebelumnya.
Program ini ditujukan untuk generasi muda Indonesia berusia 18-40 tahun yang berminat mempelajari ajaran Buddhisme Humanistik yang diperkenalkan dan dikembangkan oleh Master Hsing Yun, pendiri Fo Guang Shan, vihara terbesar di Taiwan yang memiliki lebih dari 300 cabang di lima benua.
Program ini terdiri dari sepuluh pertemuan yang akan berlangsung setiap Jumat mulai 8 Oktober – 10 Desember 2021 dengan guru pengajar Bhiksu atau Bhiksuni lulusan Universitas Tsung Lin, Fo Guang Shan, Taiwan. Materi yang akan diajarkan meliputi: Karakter Humanistik Buddha, Bagaimana menjadi seorang Buddhis yang baik, Meditasi, Sutra Hati dari sudut pandang Buddhisme Humanistik, Hidup Berkesadaran, Buddhism and Youth, serta Zen Tangle.
Tidak hanya pembelajaran satu arah dari guru ke siswa, sesi diskusi kelompok setelah pembelajaran akan mengajak para siswa untuk menggali lebih dalam materi pelajaran dan terlebih bagaimana mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Bhiksuni Jue Pei menyampaikan bahwa kegelisahan, kekhawatiran tiap orang berbeda-beda. Dengan belajar Buddhisme, kita belajar mengenal diri sendiri.
Di dalam pembelajaran dengan jalan boddhisattva, kita tidak hanya dapat menolong diri sendiri, tapi juga dapat menolong orang lain.
Bhiksu Nirmana Sasana, Pembina Institut Dong Zen Indonesia (IDZI) menyampaikan bahwa IDZI merupakan jembatan bagi muda mudi Indonesia untuk belajar Buddha Dharma.
Master Hsing Yun mengatakan bahwa kita selayaknya memilih tempat yang memiliki Buddha Dharma dan welas asih.
Banyak anak muda yang takut belajar Buddha Dharma karena menganggap bahwa belajar Buddhisme harus melalukan pelatihan diri yang keras, mengisolasi diri, dan menjauhi kehidupan masyarakat.
Pandangan tersebut merupakan pandangan yang kurang tepat. Belajar Buddha Dharma selayaknya dapat memberikan manfaat untuk kehidupan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/online-buddha-dharma-institut-dong-zen-indonesia.jpg)