OAS1 Terdeteksi, Ini Penjelasan Peneliti Mengapa Ada yang Terinfeksi Covid-19 Tanpa Gejala 

Dari temuan ini, para peneliti memiliki penjelasan mengapa sebagian orang terinfeksi Covid-19 tanpa gejala, sementara yang lain mengalami sakit parah

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
Andolu New Agency
Ilustrasi Virus Corona 

TRIBUNJOGJA.COM - Skrining ekspresi gen terstimulasi interferon yang ekstensif mengantar temuan para peneliti, mendeteksi adanya enzim OAS1. Enzim tersebut bereaksi dengan sinyal interferon ketika entitas invasif seperti bakteri dan virus terdeteksi, termasuk virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Dari temuan ini, para peneliti memiliki penjelasan mengapa sebagian orang terinfeksi Covid-19 tanpa gejala, sementara yang lain mengalami sakit parah hingga bahkan meninggal dunia.

Penelitian terkait Covid-19 memang terus dilakukan hingga saat ini, ketika pandemi memasuki tahun kedua.

Satu penelitian baru, dikutip Tribun Jogja dari laman kompas.com, mengungkap alasan mengapa beberapa orang kurang memiliki pertahanan terhadap Covid-19 dibanding sebagian orang lainnya.

Berdasarkan makalah yang diterbitkan di jurnal Science, kelompok tim peneliti yang berafiliasi dengan sejumlah institusi di Inggris dan Brasil menjelaskan tentang sistem interferon dan perannya dalam memerangi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Selama pandemi Covid-19, tampak jelas bahwa beberapa orang memiliki gejala yang jauh lebih serius ketika teinfeksi Covid-19 daripada yang lain, dilansir Medical Xpress.

Sebagian orang ditemukan tidak menunjukkan gejala sama sekali, sementara yang lain menjadi sangat sakit hingga menyebabkan mereka meninggal.

Pada upaya baru ini, para peneliti melakukan skrining ekspresi gen terstimulasi interferon yang ekstensif, untuk mengisolasi kemungkinan enzim yang terlibat dalam memperingatkan sistem kekebalan terhadap infeksi.

Interferon adalah sinyal protein yang memperingatkan tubuh, ketika entitas invasif seperti bakteri dan virus terdeteksi.

Penelitian ini membawa para peneliti mendeteksi OAS1, enzim yang bereaksi terhadap sinyal interferon dengan meminta respons imun ketika virus SARS-CoV-2 terdeteksi.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan, bahwa OAS1 menempel pada membran menggunakan gugus prenyl sebagai bagian dari proses pensinyalan.

Penelitian sebelumnya juga menunjukkan, bahwa pensinyalan ini dapat menghambat replikasi virus SARS-CoV-2.

Memperhatikan nilainya dalam melindungi orang dari Covid-19, para peneliti melihat transkriptom dari 500 pasien Covid-19 yang telah mengalami berbagai gejala dan menemukan bahwa mereka yang tidak memiliki OAS1 terprenilasi mengalami gejala yang jauh lebih parah.

Mengapa beberapa orang dilahirkan tanpa enzim tersebut masih menjadi misteri, tetapi pekerjaan tim peneliti dapat membantu menghasilkan jenis vaksin baru untuk melawan Covid-19 dan jenis infeksi lainnya.

Para peneliti kemudian memerhatikan mamalia lain yang mungkin terlibat dalam pandemi—kelelawar tapal kuda.

Mereka menemukan, bahwa binatang tersebut tidak memiliki bentuk OAS1 terprenilasi yang melindungi manusia dari virus. Hal ini membantu menjelaskan, mengapa virus itu sangat mematikan bagi spesies itu.

Namun, temuan ini juga dapat membantu menjelaskan mengapa kelelawar merupakan inang yang sangat produktif bagi berbagai virus.

Artikel tayang di https://www.kompas.com/sains/read/2021/10/05/mengapa-sebagian-orang-terinfeksi-covid-19-tanpa-gejala-ilmuwan-ungkap?page=all#page2

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved