Banyak Mahasiswa Asal Luar Daerah, Sri Sultan HB X Minta Tambahan Alokasi Vaksin ke Pemerintah Pusat
Jumlah sasaran di DIY otomatis akan bertambah jika mahasiswa digolongkan menjadi sasaran prioritas penerima vaksin.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menginstruksikan agar sebagian besar mahasiswa di DIY dapat menjalani vaksinasi Covid-19, sebelum mengikuti kuliah tatap muka di bulan Oktober 2021 ini.
Oleh sebab itu, Raja Keraton Yogyakarta ini pun meminta tambahan jatah alokasi vaksin kepada pemerintah pusat.
“Kami berharap mahasiswa ini yang kemungkinan di daerahnya belum divaksin, mau tidak mau kita harus melakukan vaksinasi,” terang Sri Sultan HB X saat mengikuti rapat koordinasi bersama Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, belum lama ini.
Sri Sultan HB X menjelaskan, jumlah sasaran di DIY otomatis akan bertambah jika mahasiswa digolongkan menjadi sasaran prioritas penerima vaksin.
Selain itu sebagian besar mahasiswa juga berasal dari luar daerah.
Dengan demikian, total sasaran vaksinasi bisa meningkat dari yang semula sekitar 2,8 juta orang menjadi sekitar 3 juta sasaran.
"Sehingga kebutuhan kami mungkin akan meningkat dari rencana semula 2,8 (juta sasaran)," terang Sri Sultan HB X.
Gubernur menjelaskan, dalam hal pembelajaran tatap muka pihaknya mengambil keputusan dengan prinsip kehati-hatian.
Salah satunya dengan menerapkan kebijakan 80 persen mahasiswa tervaksinasi.
“Di mana kami mengambil kebijakan untuk mencoba tatap muka. Kami hati-hati bagaimana ketentuan kami harus divaksin semua,” terang Sri Sultan HB X.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Ahi, mengungkapkan kegiatan perkuliahan secara tatap muka memang sudah diperbolehkan namun dengan pembatasan dan penerapan protokol kesehatan.
Misalnya waktu perkuliahan dan jumlah kapasitas kelas yang dibatasi.
Selain itu, kuliah tatap muka juga hanya digelar pada mata kuliah tertentu saja.
"Sudah boleh, tapi terbatas waktunya dan jumlahnya bukan hanya SMP dan SMA yang sudah tatap muka, silakan saja," kata dia.
Untuk jumlah perguruan tinggi di DIY yang sudah menggelar perkuliahan tatap muka hingga saat ini Pemda DIY belum mendapatkan data secara pasti.
"Yang jelas yang menggelar kapasitasnya 50 persen, paling banyak bisa separuh online separuh separuhnya offline," beber Aji. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/vaksinasi-di-auditorium-uny.jpg)