Breaking News:

Dukungan Kepada Suporter PSS Mengalir

Pernyataan Direktur Utama PT PSS, Marco Garcia Paolo, terkait akan dipindahkan homebase atau markasnya, menuai kritik tajam.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM / Bramasto Adhy
Aksi dukungan ribuan suporter untuk timnya, PSS Sleman. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pernyataan Direktur Utama PT PSS, Marco Garcia Paolo, terkait akan dipindahkan homebase atau markasnya jika memenuhi tuntutan suporter untuk memecat Dejan Antonic dari kursi pelatih PSS pada Kamis (30/9/2021) menuai banyak kritik.

Bahkan tak hanya tagar #DejanOut yang menggema di media sosial, tagar lain #MarcoOut juga turut menjadi banyak diperbincangkan di kanal-kanal media sosial. Dengan itu, gelombang dukungan suporter dari luar Sleman juga kian marak.

Mereka turut berprihatin dengan apa yang terjadi dan memberikan dorongan kepada kelompok suporter, Brigata Curva Sud (BCS) dan Slemania untuk menghadapi situasi saat ini. Dukungan itu salah satunya datang dari rekan-rekan suporter PSIM, Brajamusti; saudara tua suporter PSS.

"Perjuangkan apa yang diperjuangkan. Saya yakin perjuangan hati dan tulus adalah suporter. Semangat untuk rekan-rekan Sleman fans," kata Sekjen Brajamusti, Niko Angga, Jumat (1/10/2021).

Apa yang dirasakan Sleman fans saat ini, bisa saja terjadi pada kelompok suporter lainnya di manapun. Pasalnya, di Indonesia nama klub dan markasnya bisa dengan mudah diganti sang pemilik saham terbesar.

Tentu saja PSS, saat ini, merupakan representasi Kabupaten Sleman dan masyarakat di dalamnya. Tim yang sudah mengakar di Bumi Sembada, bahkan pernah berada di titik nadir, dan para suporter yang menghidupi tim dengan layak saat itu.

Sudah sewajarnya jika gelombang dukungan digaungkan bagi para pecinta sepak bola di Kabupaten Sleman. Karena, PSS bukan hanya sekadar tim yang didukung ketika di dalam lapangan saja.

Sementara itu, sesepuh PSS, Mbah Bardi, pun sempat merasakan kekecewaan dengan pernyataan Marco Gracia tersebut. Bukan hanya dirinya yang kecewa atas ungkapan itu, namun masyarakat Kabupaten Sleman seluruhnya.

Ia melihat, bahwa saat ini suporter PSS tumbuh dengan mencintai klub tanpa pamrih, dan tentunya itu tak dibangun dalam waktu yang sebentar. Sebagaimana diketahui, hubungan antara PSS dan suporternya sangatlah erat. Buktinya mulai dari hal kecil untuk membeli tiket resmi ketika pertandingan, alasannya tentu untuk ikut membantu keuangan klub, dan tentu banyak hal-hal lainnya yang membuat kedua entitas ini berkaitan erat satu sama lain.

Selama ini dengan keberadaan suporter, PSS telah berjalan ke arah yang lebih baik dan profesional. Selama setiap pertandingan PSS, mereka selalu datang memenuhi stadion, meskipun harus datang jauh ke pulau-pulau lain di Indonesia.

Suporter PSS juga merupakan salah satu suporter yang diperhitungkan di Tanah Air. Mereka bahkan sempat mendapat anugerah sebagai kelompok ultras terbaik di Asia, mengalahkan ultras ultras lainnya di negara tetangga.

Selanjutnya pria yang menjadi saksi hidup serta pengawal tim berjluk Super Elang Jawa sejak 1995 hingga medio 2005 itu menyerukan kepada masyarakat Sleman untuk mempertahankan PSS. Mbah Bardi menegaskan, jika semangat masyarakat pecinta PSS harus memiliki semangat yang sama, bahkan lebih seperti dahulu ketika PSS Sleman promosi dari Divisi 2 ke Divisi Utama.

"Dan spirit masyarakat cinta PSS itu yang menjadi kekuatan," ujarnya. (tsf)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved