Bintang MU, Cristiano Ronaldo Menuju Angka 200. Apakah Itu? Ini Penjelasannya

Cristiano Ronaldo akan menghadapi Everton dalam pertandingannya ke-200 di Liga Premier. Laga melawan Everton akan digelar pada Sabtu (2/10) malam WIB.

Editor: ribut raharjo
Anthony Devlin / AFP
Cristiano Ronaldo (tengah) merayakan gol dengan bek Manchester United Victor Lindelof pada peluit akhir dalam pertandingan sepak bola grup F Liga Champions UEFA antara Manchester United dan Villarreal di stadion Old Trafford di Manchester, Kamis 30 September, 2021. Manchester United memenangkan pertandingan dengan skor 2-1. 

TRIBUNJOGJA.COM - Cristiano Ronaldo akan menghadapi Everton dalam pertandingannya ke-200 di Liga Premier. Laga melawan Everton akan digelar pada Sabtu (2/10) malam WIB.

CR7 sudah melakoni 199 laga di Liga Inggris bersama Manchester United dalam dua periode yang berbeda. Dalam 199 penampilan di Liga Premier, Ronaldo telah mencetak 87 gol dan 45 assist di Liga Inggris.

Ronaldo yang menjadi pahlawan kemenangan MU pada laga Liga Champions dengan gol penentu kemenangan diharapkan bisa mencetak gol lagi di laga melawan Everton ini.

Sebelumnya, Ronaldo berpengalaman mencetak 5 gol ke gawang Everton dalam 12 pertandingan yang dilakoni melawan The Toffees.

Satu pertandingan cukup berkesan adalah saat dia mencetak brace untuk membawa MU menang 2-1 atas Everton pada musim 2007/2008.

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer seperti merasakan dejavu menjelang pertandingan melawan Everton malam ini.

Dia pernah menghadapi masalah yang sama menjelang laga melawan Everton. Sekali lagi mereka akan menghadapi Everton kurang dari tiga hari setelah berlaga di Liga Champions.

Pertandingan ini digelar kurang dari 11 bulan yang lalu ketika dia berada di posisi yang kurang lebih sama dengan saat sekarang; harus mempersiapkan timnya untuk pertemuan Liga Premier melawan The Toffees, setelah berjarak hanya 60 jam dari pertandingan Liga Champions yang sulit.

Musim lalu United pernah menderita kekalahan mengejutkan dari tangan Istanbul Basaksehir, yang pada akhirnya berperan besar dalam kegagalan mereka lolos ke babak sistem gugur.

Saat itu, kick-off Liga Champions dimulai pada pukul 8 malam pada hari Rabu waktu setempat. Tidak lama setelah pertandingan itu, kemudian pada hari Sabtu berikutnya, MU harus bertandang ke Goodison Park.
United sempat tertinggal ketika Bernard mencetak gol pembuka, tetapi dua gol cepat Bruno Fernandes dan gol telat Edinson Cavani, yang pertama untuk klub, menghasilkan kemenangan 3-1 yang penuh semangat.

Terlepas dari hasilnya MU menang, Solskjaer mengatakan bahwa jadwal yang terlalu sibuk berkontribusi pada cedera pemain. "Kami seperti ditakdirkan untuk gagal,” kata Solskjaer yang marah seperti dikutip BT Sport.

“Saya ingin berbicara tentang waktu kick-off. Mereka membuat para pemain kami gagal. Kami membuat Luke Shaw cedera hari ini karena kami pernah ke Turki, kami sudah memainkan banyak pertandingan," katanya dikutip Manchester Evening News.

"Musim lalu, kami berkunjung ke Turki pada Rabu malam, kembali pada Kamis pagi dan kami bermain Sabtu di kick-off makan siang, itu benar-benar jadwal yang amburadul," katanya.

Akhir pekan ini, Manchester City versus Liverpool dijadwalkan digelar pada hari Minggu meskipun kedua tim bermain sehari sebelumnya di pentas kompetisi Eropa.

"Pihak berwenang membuat kami gagal. Bagaimana mereka bisa mengatur kami setelah pertandingan Liga Champions pada Rabu malam lalu membuat kick-off pada Sabtu pukul 12.30?" kata Solskjaer.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved