Amerika Serikat Uji Coba Rudal Hipersonik Terbaru, Sasar Target Lebih Cepat dan Sulit Terdeteksi

Amerika Serikat Uji Coba Rudal Hipersonik Terbaru, Sasar Target Lebih Cepat dan Sulit Terdeteksi

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
DW INDONESIA
Rudal HAWC dari AS dirancang untuk mengungguli sistem deteksi manuver. 

Raytheon mengatakan, tes membuktikan rudal HAWC dan sistem propulsinya bekerja untuk mempertahankan penerbangan pada kecepatan jelajah Mach 5.

"Rudal HAWC beroperasi paling optimal di atmosfer yang kaya oksigen, di mana kecepatan dan kemampuan manuver membuatnya sulit untuk dideteksi secara tepat waktu,” kata DARPA.

"HAWC bisa menyerang target jauh lebih cepat daripada rudal subsonik dan memiliki energi kinetik yang signifikan, bahkan tanpa bahan peledak berdaya tinggi," tambah pernyataan itu.

Mengejar rudal Rusia

Uji coba AS dilakukan setelah Rusia sukses melakukan uji coba sistem rudal hipersonik, yang oleh Presiden Vladimir Putin disebut tak terkalahkan dan tak tertandingi di mana pun di dunia.

Pada Juli, Rusia menguji rudal penjelajah hipersonik Zircon, yang menurut klaim Moskwa melesat hingga kecepatan Mach 7 atau tujuh kali kecepatan suara.

Setem arsenal hipersonik Rusia mencakup roket hipersonik Avangard yang mulai dioperasikan tahun 2019 dengan daya jelajah hingga 4.000 km dan rudal Kinzhal yang diluncurkan dari udara yang memiliki daya jelajah 2000 kilometer.

Bersamaan dengan uji coba yang digelar AS dan Rusia, negara adidaya militer lainnya seperti China, Perancis juga telah mengumumkan rencana untuk mengembangkan senjata hipersonik mereka sendiri.

Uji rudal dilakukan hanya beberapa bulan setelah Rusia menguji rudal serupa yang diberi nama Tsirkon atau Zircon. (*)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved