Respon Partai Gerindra Soal Interpelasi Formula E Jakarta

Fraksi Gerindra merasa interpelasi tak bisa dilanjutkan karena ada niat untuk menghentikan program yang sudah disusun Anies.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGI
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra Syarif di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Polemik soal penyelenggaran Formula E di Jakarta belum berakhir.

Fraksi PDIP dan PSI pun memutuskan untuk mengajukan Hak Interpelasi Formula E.

Bahkan pada Selasa (28/9/2021) lalu digelar rapat paripurna Interpelasi Formula E.

Namun rapat paripurana tidak kuorum karena hanya dihadiri oleh 27 anggota dewan.

Sementara pimpinan DPRD yang hadiri hanya satu yakni Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi.

Polemik soal Formula E itupun masih terus berlanjut hingga saat ini.

Menyikapi polemik tersebut, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra Syarif menyebut tujuan interpelasi terkait Formula E digulirkan sudah jelas, yaitu menggagalkan program yang dibuat oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Itulah sebabnya, Fraksi Gerindra merasa interpelasi tak bisa dilanjutkan karena ada niat untuk menghentikan program yang sudah disusun Anies.

"Itu yang membuat kami Gerindra bersikap lain, ini enggak bisa dibiarkan, ini arahnya jelas ingin menggagalkan program Pak Anies," ujar dia dalam acara webinar, Jumat (1/10/2021) seperti yang dikutip Tribunjogja.com dari Kompas.com.

Baca juga: Empat Pimpinan DPRD DKI Jakarta Tak Hadiri Rapur Interpelasi Formula E, Anggota yang Hadir Hanya 27

Baca juga: Ketua DPRD DKI Jakarta Sebut Rapur Interpelasi Formula E Digelar Besok, Ini Respon PKS dan Gerindra

Syarif mengatakan, Fraksi Gerindra awalnya condong untuk mendukung interpelasi Formula E karena ada banyak pertanyaan terkait program balap mobil listrik itu.

Namun, ketika ada pernyataan dari pengusung hak interpelasi yang menyebutkan tujuan interpelasi adalah membatalkan Formula E, Gerindra mengambil sikap tidak ikut mengajukan hak interpelasi.

"Di awal (pengajuan interpelasi) itu Gerindra sebetulnya sedang mempertimbangkan, tetapi karena framing yang dibangun oleh teman-teman pengusul interpelasi ingin membatalkan, maka kami lakukan pengkajian dan memutuskan tidak ikut interpelasi," tutur Syarif.

Syarif mengatakan, tujuan menggagalkan program yang dibuat Anies ini membuat interpelasi tak lagi memberikan substansi hak bertanya anggota Dewan.

"Ini membuat dinamika politik di Kebon Sirih tidak melihat tentang Formula E dan terjadi sikap yang berbeda-beda," kata dia.

"Interpelasi (sekadar bertanya) enggak ada masalah, cuma karena ada motif-motif yang menurut saya tidak bisa dibantah ingin membatalkan, maka kami bersikap berbeda," tambah Syarif.

Tujuan diajukan hak interpelasi untuk membatalkan Formula E pernah diungkapkan oleh inisiator pengajuan hak interpelasi Ima Mahdiah.

Politikus PDI-Perjuangan ini menyebutkan, ajang balap mobil listrik ini harus dibatalkan karena tidak menguntungkan Jakarta.

"Karena sudah jelas tidak menguntungkan, jadi perlu diluruskan juga target kita pembatalan Formula E," kata Ima, Jumat (20/8/2021). (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved