Drama Korea
5 Tantangan di Squid Game Mirip Permainan Tradisional Indonesia, Masih Ingat?
Tidak ada yang tidak demam drama Korea Squid Game. Di media sosial, drama ini menjadi salah satu karya yang paling banyak dibicarakan.
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Tidak ada yang tidak demam drama Korea Squid Game. Di media sosial, drama ini menjadi salah satu karya yang paling banyak dibicarakan.
Selain seru, ternyata drakor Squid Game ini mengingatkan penonton kembali dengan permainan masa lalu.
Biasanya, anak zaman dulu, akan bermain gobak sodor atau patung-patungan.
Nah, di Squid Game ini, permainan tersebut juga digunakan untuk menentukan pemenang yang akan mendapatkan 45,6 Milyar Won.
Simak sederet permainan di Squid Game yang mirip dengan permainan tradisional di Indonesia:
1. Mugunghwa Kkochi Pieot Seumnida mirip Patung-patungan

Mugunghwa Kkochi Pieot Seumnida atau Lampu Merah, Lampu Hijau ini menjadi permainan babak pertama dalam Squid Game.
Apakah Anda merasa familiar dengan permainan ini?
Yup, di Indonesia permainan Mugunghwa Kkochi Pieot Seumnida atau Lampu Merah, Lampu Hijau ini mirip dengan permainan patung-patungan.
Dalam permaian kali ini, Gi Hun bakal menghadapi 455 kontestan untuk mendapatkan hadiah 45,6 miliar won.
Untuk mendapatkan hadiah itu, para kontestan perlu bersaing dalam setiap babak yang terdiri 6 permainan tradisional.
Nah, dalam drakor Squid Game ini para pemain dihadapkan oleh boneka raksasa yang menghadap pohon.
Boneka ini memiliki mata deteksi dimana jika ada orang yang melanggar permainan akan dieliminasi.
Para pemain harus bergerak saat si boneka menghadap ke pohon.
Mereka harus berlari ke garis finish dan berhenti ketika si boneka mengatakan ‘lampu merah’.
Apabila ada pergerakan sedikit, maka peserta akan mati. Pastinya scene ini cukup menegangkan pasalnya banyak peserta yang gugur karena terkena tembakan.
Caranya bermainpun sama dengan patung-patungan. Di Indoneia permainan ini juga mennempatkan satu orang sebagai penjaga yang tugasnya mengambil peserta yang gerak.
Sementara peserta lain, mencoba melepaskan temanya yang tertangkap. Jika berhasil penjaga akan mengejar teman-temannya.
Nantinya, peseta yang tertangkap akan “mati” dan harus menggantikan posisi penjaga.
2. Tug of War dan Tarik Tambang

Para peserta yang lolos dari babak dalgona harus melanjutkan permainan berikutnya yaitu tarik tambang.
Sekilas permainan satu ini memang mirip dengan permainan tradisional di Indonesia saat akan menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia.
Tarik tambang ini juga menjadi permainan tradisional di Korea Selatan loh.
Nah, dalam drakor Squid Game, tarik tambang ini dimainkan secara kejam. Para kontestan bakal memainkan tarik tambang ini di atas ketinggian seratus kaki.
Aturannya, setiap tim harus menarik tali berasama anggotanya untuk menyeret tim lawan. Bendera harus melewati garis tengah agar mereka bisa dinyatakan menang.
Permainan ini mengajarkan kekompakan antara kelompok. Di sini kakek Oh Il Nam (Oh Young Soo) mengajarkan strategi agar tim mereka menang meski lawannya didominasi pria.
3. Marbles dan Permainan kelereng

Pada episode keempat, para peserta yang lolos dari tarik tambang pun maju ke babak selanjutnya. Para peserta ini pun dihadapkan dalam pilihan yang sulit.
Mereka diminta untuk memilih pasangan untuk menemaninya bermain kelereng.
Di Indonesia, permainan ini tentu melahirkan berbagai macam cara dalam bermain.
Nah, dalam drama Squid Game, permainan ini dibuat untuk menyelamatkan nyawa diri sendiri dan mereka harus mengorbankan teman dekat mereka.
Berlatar belakang tempat dibuat seperti komplek rumah di era 1980-an, para peserta disuruh untuk mencari tempat dan tanding kelereng untuk memperebutkan 10 kelereng lawannya.
Mereka diberi waktu 30 menit untuk mengambil semua kelereng rekan setimnya agar bisa lanjut ke babak berikutnya.
Tentunya scene ini cukup dramatis lantaran menyoroti persahabatan, pengkhianatan dan pengorban pemain.
Selain itu, setiap tim dibebaskan untuk memilih permainan kelereng yang diinginkan dengan catatan mereka tidak menggunakan kekerasan untuk menang.
Sayangnya, dalam permainan ini banyak peserta yang sedih karena harus kehilangan orang tercinta demi menyelamatkan nyawanya masing-masing.
4. Jembatan Kaca dan Engklek

Memasuki babak kelima, hanya tersisa 16 peserta yang diminta untuk menyebrangi jembatan kaca.
Tentunya para peserta kini mulai khawatir dirinya dijadikan korban oleh peserta lainnya.
Dalam gim ini, peserta diminta untuk menginjak kaca yang salah dan benar. Adapun jika peserta salah menginjak kaca tiruan mereka akan gugur dengan sendirinya.
Menjadi kontestan terakhir, Gi Hun harus menyebrangi jembatan kaca dan itu menjadi keuntungan untuknya meski jika telat ia akan jatuh dari jembatan.
Untungnya, Gi Hun berhasil melewati jembatan kaca di menit-menit terakhirnya.
Melihat permainan ini, apakah Anda ingat Jembatan kaca mirip permainan apa?
Permainan satu ini hampir mirip dengan permainan di Indonesia kan? Jika di Indonesia jembatan kaca mirip dengan permainan engklek.
Sebab, engkel identik dengan ketentuan pemain harus melangkahkan kaki di kotak yang tepat dengan melempar batu sebelum menginjaknya.
Apabila sedikit saja kaki keluar dari kotak, maka pemain pun akan tereliminasi.
5. Squid Game dan Gobak Sodor

Squid Game menjadi gong permainan terakhir yang menentukan siapakah pemenangnya.
Dalam permainan ini, Gi Hun dan Cha Sang Ho harus bermain di atas gambar yang berbentuk geometris di atas tanah.
Gambar-gambar tersebut secara keseluruhan hampir terlihat seperti cumi-cumi. Oleh karena itu, game tersebut disebut Squid Game.
Permainan ini menjadi permainan satu-satunya yang memiliki banyak kekerasan untuk melawan tim lain.
Pada permainan asilnya Squid Game hanya diperbolehkan untuk mendorong hingga menarik tanggan.
Nah, Squid Game ini ternyata juga ada di Indonesia yaitu gobak sodor atau permainan galasin, di mana permainan ini terdiri dari dua tim yakni penyerang dan bertahan.
Tugas penyerang harus berlari melewati pertahanan dan mengetuk area di dalam kepala cumi-cumi menggunakan satu kaki untuk jadi pemenang.
Sementara pemain bertahan harus menghadang lawan dengan memaksanya untuk keluar dari batas.
Apabila salah satu pemenang tidak bisa melanjutkan, yang bertahan terakhirlah diputuskan menjadi pemenang.
Permainan ini tentu berbeda ketika di drakor Squid Game. Gi Hun dan Sang Woo harus berhadapan menjadi kontestan terakhir. Mereka pun diperbolehkan menyerang menggunakan pisau.
( Tribunjogja.com | Bunga Kartikasari )