PTM Belum Resmi Buka, Bupati Sleman: Mohon Maaf, Sebagian Sekolah Sudah Buka Sendiri
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengaku belum mengeluarkan instruksi bagi sekolah untuk melangsungkan pembelajaran tatap muka (PTM) di wilayahnya
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengaku belum mengeluarkan instruksi bagi sekolah untuk melangsungkan pembelajaran tatap muka (PTM) di wilayahnya.
Namun sebagian sekolah diakuinya sudah nekat membuka belajar tatap muka di sekolah.
"Memang kita belum turun level karena tracing-nya masih kurang. Jadi (PTM) belum berani. Gubernur juga belum berani maksimal. Tapi mohon maaf, saya belum Intruksi kemana-mana, tapi sebagian sudah buka sendiri-sendiri," kata dia, ditemui Tribun Jogja, Rabu (29/9/2021) sore.
Baca juga: Penasehat Hukum Korban Klitih Kotagede Beberkan Sejumlah Kejanggalan Saat Persidangan
Pemkab Sleman berencana membuka sekolah dengan uji coba terbatas pada 4 Oktober mendatang.
Ada tiga Kapanewon yang sekolahnya tengah disiapkan untuk uji coba. Yaitu, Ngaglik, Depok dan Mlati. Semuanya jenjang SMP.
"SMP saja. Yang SD belum. Saya nanti (tinjauan) di Ngaglik," kata Kustini.
Persyaratan dan sarana prasarana untuk menggelar tatap muka sudah siap. Vaksinasi bagi pelajar juga hampir rampung dengan capaian lebih dari 90 persen.
Diketahui sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, Harda Kiswaya mengatakan semua sekolah di Sleman sebenarnya sudah siap untuk menggelar belajar tatap muka namun uji coba dilakukan bertahap.
Langkah ini sebagai bentuk kehati-hatian.
Skenario PTM diawali dengan simulasi atau uji coba dibeberapa sekolah. Nantinya sekolah yang menggelar tatap muka akan dipantau dan dievaluasi.
"Jadi jangan langsung semua, melainkan pelan tapi pasti. Semua diantisipasi resiko yang mungkin terjadi," ujarnya.
Baca juga: Begini Strategi Menghadapi Klaster Sekolah
Ia mengungkapkan, disamping kesiapan sekolah, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Di antaranya adalah persetujuan dari orang tua murid.
Menurutnya, mayoritas orang tua setuju belajar tatap muka. Namun ada beberapa yang masih belum mengikhlaskan anaknya belajar tatap muka di sekolah. Bagi yang belum setuju, akan difasilitasi daring.
Pihaknya berharap sekolah tatap muka bisa segera digelar. Apalagi surat edaran dari Gubernur DIY juga sudah membolehkan.
"Asalkan memang harus digelar hati-hati," papar Harda. (rif)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-berita-pendidikan.jpg)