Ketua DPRD Apresiasi Sinergitas Lintas Sektor di Klaten Turunkan Kasus Covid-19

Kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah terus menunjukkan grafik penurunan sejak dua bulan terakhir.

Tayang:
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
Dok Tribun Jogja
Ketua DPRD Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat menjadi bintang tamu Jagongan Wakil Rakyat Tribun Jogja Podcast 

TRIBUNJOGJA.COM KLATEN - Kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah terus menunjukkan grafik penurunan sejak dua bulan terakhir.

Bahkan, saat ini kasus aktif harian Covid-19 di Klaten sudah di bawah 10 kasus.

Penurunan kasus Covid-19 tersebut tidak bisa dilepaskan dari kerjasama lintas sektor yang ada di Kabupaten Bersinar.

Demikian paparan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo saat menjadi bintang tamu program Jagongan Wakil Rakyat Tribun Jogja Podcast.

Baca juga: Bupati Magelang Pantau Serbuan Vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Candimulyo

"Alhamdulillah kerja sama dari berbagai pemangku kebijakan seperti Pemda, Kepolisian, TNI dan DPRD serta instansi lainnya hingga masyarakat umum berjalan baik, sehingga angka Covid-19 kita bisa ditekan dan akhirnya melandai seperti sekarang," jelas Hamenang.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mengatakan kasus puncak Covid-19 di Klaten berada pada medio Juni dan Juli 2021.

Berkat kebijakan yang tepat, oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dan dukungan penuh lintas sektor, kasus pun bisa ditekan.

Klaten yang sempat berada di zona merah dan menerapkan PPKM Level 4 akhirnya mulai menurun ke PPKM Level 3.

"Sekarang Klaten relatif baik ya, dulu (Bulan Juni dan Juli 2021) kita sempat zona merah, angka kasus aktif kita tinggi dan kematian juga tinggi. Saat ini, Klaten sudah di PPKM level 3, kami harap bisa turun ke level 2 dan bahkan 1," urainya.

Diakui Hamenang, sebagai anggota legislatif peran DPRD dalam menangani Covid-19 di Klaten berada pada beberapa sektor, satu diantaranya di fungsi anggaran.

"Di tengah pandemi saat ini dewan punya beberapa fungsi, seperti fungsi anggaran. Melalui fungsi ini kita kerja sama dengan Pemda untuk memastikan kalau anggaran ini benar-benar terlaksana untuk menangani covid-19," ucapnya.

Sementara peran dari masing-masing anggota DPRD, langsung berbaur dengan masyarakat di daerah pemilihannya (dapil) untuk berbuat seperti bakti sosial, sosialisasi dan lainnya.

Berbicara mengenai tahun 2022 mendatang, diakui Hamenang, fokus anggaran di Klaten diprediksi masih berkutat soal penanganan dan pasca pandemi Covid-19.

Namun, pihaknya juga telah berencana untuk mulai membahas mengenai Peraturan daerah (Perda) sampah dan revisi Perda BUMDes.

"Bicara tahun 2022, kemungkinan besar masih berkutat soal pandemi Covid-19 terkait penanganannya dan pasca pandemi. Jika bicara mengenai Perda tentu kita akan membahas Perda yang bisa membantu masyarakat secara ekonomi," jelasnya.

Baca juga: Anak Muda di Bantul Mulai Tekuni Budidaya Ayam Jawa Super‎

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved