Breaking News:

PSIM Yogyakarta

Begini Catatan Statistik PSIM Yogykarta Kala Ditekuk 0-1 oleh PSCS Cilacap Malam Kemarin

Seto Nurdiyantoro menyebut sebab kekalahan anak asuhnya karena pada pertandingan pertama masih banyak pemain yang merasakan nervous.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com | Suluh Pamungkas
PSIM JOGJA 

TRIBUNJOGJA.COM - PSIM Yogyakarta harus mengakui keunggulan PSCS Cilacap dengan skor 0-1 pada pertandingan pertama kompetisi Liga 2 2020/2021, Minggu (26/9/2021) di Stadion Manahan Solo.

Pelatih PSIM Yogyakarta, Seto Nurdiyantoro menyebut sebab kekalahan anak asuhnya karena pada pertandingan pertama masih banyak pemain yang merasakan nervous.

"Pertandingan pertama lawan cilacap, saya pikir pertandinamgan pertama pasti pertandingan yang sulit, di babak pertama kita tidak berkembang, mungkin faktornya ada nervous," kaya Seto kepada wartawan seusai pertandingan. 

Seto juga mengungkapkan sebetulnya di babak kedua PSIM Yogyakarta mampu menggempur pertahanan lawan, namun lagi-lagi rasa nervous karena sudah lama tidak berkompetisi hampir dua tahun membuat penampilan Hendika Arga dkk belum optimal. 

Baca juga: PSIM Yogyakarta Takluk di Laga Perdana, Seto Nurdiyantoro: Perjuangan Kami Belum Selesai

"Pada babak kedua pemain mulai lepas, ada beberpaa peluang namun tidak ada yang gol, dan ini yang perlu kita benahi ke depannya, dan tetap saya apresiasi untuk pemain karena telah berjuang, kita telah mencoba untuk menyelesaikan pertandingan untuk mendapat kemenangan atau hasil seri tapi masalah hasil kita kalah 0-1," beberapa Seto. 

Untuk itu Seto menuturkan bakal mengevaluasi hasil hari ini untuk menjadi bahan referensi pada laga yang akan datang melawan HW FC pada tanggal 4 Oktober mendatang.

Sebetulnya Hendika Arga dkk di babak kedua memang bermain lebih apik, satu di antaranya ketika Ahmad Subagja Baasith dan Yudha Alkanza masuk sebagai pengganti pada menit 60.

Variasi serangan PSIM Yogyakarta jadi lebih kaya, tidak seperti sebelumnya meski kiper PSIM, Junaidi Bakhtiar berani memulai build up tapi bek PSIM, Jodi Kustiawan dan Taufik Hidayat lebih sering menggunakan umpan jauh ke depan berharap Sugeng Efendi atau Firman Septian melakukan overlap.

Masuknya kedua pemain tersebut membuat PSIM berani untuk memegang bola lebih lama di daerah pertahanan lawan, bahkan beberapa kali Yudha Alkanza sempat merepotkan dan melepas tendangan ke arah gawang PSCS yang dijaga oleh Ali Raharjo.

Catatan operan yang dibubuhkan oleh PSIM Yogyakarta lebih banyak 495 ketimbang PSCS yang hanya melakukan 254 operan saja.

Baca juga: PSIM Yogyakarta Kalah 0-1 dari PSCS Cilacap pada Laga Perdana Liga 2

Lebih menarik lagi, penguasaan bola PSIM Yogyakarta jauh di atas PSCS dengan perbandingan 71 persen dengan 29 persen.

Sayang penyerang PSIM Yogyakarta macam Imam Witoyo dan Firman Septian belum tampil optimal.

Catatan tembakan terarah ke gawang hanya tercatat tiga kali, sedangkan PSCS mampu menorehkan enam kali tembakan terarah dan satu tembakannya berbuah gol.

Seperti diketahui, PSIM Yogyakarta malam kemarin tampil tanpa diperkuat oleh pemain-pemain seniornya semacam,Beny Wahyudi, Purwaka Yudi, dan striker kawakan yang baru saja dikenalkan, Hapidin.

Tentu hal itu membuka peluang bagi PSIM Yogyakarta dapat tampil lebih maksimal pada pertandingan pekan depan melawan HW FC.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved