Breaking News:

Masuk Pancaroba, Warga Gunungkidul Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengimbau masyarakat, termasuk di Kabupaten Gunungkidul untuk mulai waspada

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Alexander Ermando
Kepala Staklim BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengimbau masyarakat, termasuk di Kabupaten Gunungkidul untuk mulai waspada.

Sebab saat ini iklim mulai masuk ke masa peralihan dari kemarau ke penghujan alias pancaroba.

Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas menyampaikan bahwa di September ini sudah memasuki masa pancaroba.

"Artinya ada potensi cuaca ekstrem di masa ini," jelas Reni dihubungi pada Minggu (26/09/2021).

Baca juga: PSS SLEMAN 0-1 Madura United: Pemicu Kekalahan Super Elja Menurut Dejan Antonic

Adapun potensi cuaca ekstrem yang bisa terjadi adalah hujan deras dengan curah hujan tinggi disertai petir. Angin kencang pun diprediksi tak luput dari kondisi cuaca ekstrem ini.

Reni mengatakan potensi ini dirasakan seluruh wilayah DIY termasuk Gunungkidul. Itu sebabnya ia berharap pemerintah daerah hingga masyarakat melakukan antisipasi dini.

"Perhatikan lingkungan sekitar, seperti kebersihan drainase hingga pohon-pohon yang berpotensi rawan tumbang," ujarnya.

Menurut Reni, musim hujan baru akan datang di bulan Oktober mendatang. Adapun puncaknya diperkirakan terjadi pada bulan Januari 2022 mendatang.

Ia mengatakan di akhir tahun ini masih ada potensi fenomena La Nina. Meskipun, diperkirakan kekuatan La Nina kali ini masih di kisaran netral ke lemah, yang sama seperti di tahun lalu.

"Potensi La Nina ini akan terus kami pantau setidaknya tiap 3 bulan," kata Reni.

Selain antisipasi kondisi lingkungan sekitar, ia mengimbau masyarakat terus memantau perkembangan cuaca terkini. Pihaknya juga terus menginformasikan ke masyarakat, seperti peringatan dini cuaca ekstrem.

Baca juga: Dishub DIY Gelar Uji Coba Pemeriksaan Bus Pariwisata, Wisatawan Wajib Sudah Vaksin Covid-19

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki sebelumnya menyampaikan sudah mempersiapkan antisipasi pancaroba. Salah satunya berkoordinasi dengan seluruh pemerintah kapanewon.

"Kami akan bersurat dengan seluruh panewu, karena saat pancaroba angin kencang perlu diantisipasi," jelas Edy.

Ia juga mengatakan pemantauan terhadap titik rawan dampak bencana musim penghujan akan dilakukan. Namun saat ini pihaknya masih berfokus pada dropping air bersih yang masih berjalan. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved