Breaking News:

Bisnis

Hingga Semester I 2021, Volume Distribusi Gas PGN Naik Mencapai 867 BBTUD

Memasuki tahun 2021, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melaporkan kinerja operasional yang menunjukkan angka positif.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Logo PGN 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Memasuki tahun 2021, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melaporkan kinerja operasional yang menunjukkan angka positif.

Pada semester I 2021, volume distribusi gas selama periode Januari-Juni 2021 sebesar 867 BBTUD.

Angka tersebut naik dibandingkan volume penyaluran gas semester I 2020 sebesar 811 BBTUD (yoy).

Sedangkan untuk volume transmisi pada periode yang sama tahun 2021 sebesar 1.232 MMSCFD.

Baca juga: Kejar Target Akhir Tahun, PT PGN Tambah 75 Pelanggan Baru Retail dan Industri

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PGN, Fadjar Harianto Widodo mengatakan, PGN juga mencetak volume upstream sebesar 20.486 BOEPD, Regasification sebesar 91 BBTUD, LPG Processing sebesar 114 TPD, dan Oil Transport sebesar 9.231 BOEPD.

“Saat ini fokus PGN adalah memperkuat dan memperluas penyaluran gas bumi untuk berbagai segmen pelanggan. Sebagai pionir dan inisiator pembangunan infrastruktur dan penyaluran gas bumi, PGN ingin mengambil peran lebih besar dalam proses pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19,” katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (25/9/2021).

Dia menambahkan, pihaknya berusaha mengoptimalkan setiap peluang agar gas bumi dapat menjadi energi bagi pemulihan ekonomi Indonesia.

“Kami juga bersyukur bahwa tren perbaikan kinerja PGN sangat positif. Inilah yang menjadi fokus perusahaan saat ini dan ke depan," tegas Fadjar.

Baca juga: Meski Terkendala Pandemi, PGN Ngebut Bangun Jaringan Gas

Tidak hanya itu, dia berjanji, perseroan akan mentaati semua keputusan hukum yang berlaku terkait perkara Pajak Pertambahan Nilai (PPN) penjualan gas bumi ke konsumen periode penjualan tahun 2012-2013.

"Kami menghormati keputusan hukum yang telah diputuskan, itu sebabnya di laporan keuangan tahun 2020 PGN telah melakukan provisi atas sengketa pajak tersebut," jelas Fadjar lagi.

Terkait keputusan Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan Peninjauan Kembali (PK) atas empat perkara pajak PPN pada sejumlah transaksi penjualan gas bumi di 2012 dan 2013, khusus untuk keputusan terkait sengketa pajak PPN penjualan gas bumi ke konsumen dengan Direktorat Jenderal  Pajak senilai Rp 239 Miliar, PGN sejauh ini belum menerima informasi resmi.

"Hingga saat ini kami belum mendapatkan informasi dan salinan resmi terkait keputusan pajak dengan nomor perkara 2298 B/PK/PJK/2021. Prinsipnya, kami akan menghormati dan menjalankan setiap keputusan hukum yang ada," imbuhnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved