Sport
Berangkat Mandiri ke PON XX Papua, Atlet Selancar Ombak DIY Sabet Medali Perak
Medali perak yang dibawa pulang ke DIY itu diraih oleh Irawan Dani Asmoro itu turun di nomor aerial.
Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Atlet selancar ombak DI Yogyakarta, Irawan Dani Asmoro berhasil membubuhkan namanya sebagai peraih medali perak di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.
Medali perak yang dibawa pulang ke DIY itu diraih oleh peselancar ombak asal Kabupaten Bantul itu turun di nomor aerial.
Pada kesempatan itu Irawan berhasil menempati peringkat kedua pada ajang PON cabor selancar ombak.
Untuk medali emas di nomor aerial pada ajang tersebut direbut atlet Bali, Ryuki Waida, serta perunggu diraih Raju Sena (NTT) dan Febriansyah (Jatim).
Baca juga: Cabor Triathlon DIY Dapat Medali Perunggu di Eksebisi PON XX Papua 2021
Ketua Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) DIY, Muhammad Aldhilla Mavie menuturkan persaingan di nomor aerial itu belum berlanjut di nomor shortboard, dimana Irawan harus terhenti di babak perempatfinal usai takluk dari peselancar Bali, Ryuki Waida.
Di nomor ini, Emas akhirnya direbut Ryuki, perak Raju Sena (NTT), sedangkan perunggu diraih bersama Dede Suryana (Jabar) dan Jeren Kiring (Jatim).
Namun atas peraihan prestasi ini Muhammad Aldhilla Mavie mengaku puas, pasalnya upaya yang telah dilewati oleh atlet dan tim bisa dibilang cukup terjal.
Dalam perjalanannya, mereka harus rela merogoh kocek sendiri dibantu beberapa donatur untuk membiayai keberangkatan dan fasilitas yang digunakan saat bertanding di Papua
“Kami ucapkan terima kasih untuk semua donatur, sponsor, serta semua pihak yang telah membantu keberangkatan atlet kami ini," katanya, Jumat (24/9/2021).
Untuk diketahui, cabang olahraga (cabor) selancar ombak (surfing) pada PON XX Papua ini merupakan cabor yang baru dilombakan dan masih berstatus sebagai cabor eksebisi.
Di sisi lain DIY memang mendapat undangan khusus dari PB PSOU untuk turut berpartisipasi sekaligus berupaya untuk memasyarakatkan cabor selancar ombak di Indonesia lewat ajang multi event empat tahunan itu.
Hanya saja dalam prosesnya Pengda PSOI DIY belum secara resmi masuk sebagai anggota KONI DIY, sehingga pada waktu jelang keberangkatan atlet ke Papua cukup menemui hambatan.
Baca juga: Terjun Payung DIY Terjunkan Atlet Berpengalaman untuk Meraih Target Medali Emas PON XX Papua
“Karena organisasi PSOI DIY baru terbentuk dan belum menjadi anggota KONI DIY, kemarin kami mendapatkan kesulitan untuk memberangkatkan atlet ini. Namun, karena komitmen kami tetap ingin berangkat, kami tetap optimis dan berusaha mengirimkan satu atlet andalannya DIY, yaitu Irawan Dani Asmoro, dan Alhamdulilah
sukses merebut perak,” jelasnya.
Harapannya setelah ada pembuktian dari prestasi yang ditorehkan atlet DIY kali ini, akan muncul atlet-atlet lainnya yang tertarik dengan bidang serupa supaya selancar ombak DIY dapat berprestasi lebih kancah nasional maupun internasional.
Selanjutnya ia juga menceritakan proses berdirinya PSOI DIY yang baru saja didirikan awal tahun 2021 ini.
“Dulu kami ini awalnya komunitas surfing di Yogya, ada DPSC Parangtritis, Woss Wediombo, Ngandong Krakal Surf, SuSan Jogja, dan masih banyak lagi. Kemudian kami membentuk PSOI Pengda DIY pada awal tahun 2021,” punkasnya.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berangkat-mandiri-ke-pon-xx-papua-atlet-selancar-ombak-diy-sabet-medali-perak.jpg)