Breaking News:

Sport

erjun Payung DIY Terjunkan Atlet Berpengalaman untuk Meraih Target Medali Emas PON XX Papua

Seluruh tim mulai dari atlet, pelatih, dan mekanik terjun payung DIY melakukan simulasi lapangan dalam latihan. 

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
ist
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kontingen terjun payung DI Yogyakarta yang akan tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Bulan Oktober mendatang targetkan meraih medali emas.

Pelatih terjun payung DIY, Slamet optimis jika anak asuhnya dapat mengalahkan atlet-atlet dari kontingen lainnya, karena kini formasi milik DIY dihuni oleh para atlet yang berpengalaman.

"Kita siap, karena kita lihat tim putri DIY banyak atlet yang berpengalaman, dan sampai saat ini pelatihan yang kita gelar tidak ada kendala, karena sejak awal kita fokus pada diri sendiri," ujar Slamet, Rabu (15/9/2021).

Seperti diketahui, atlet DIY akan turun di nomor ketepatan mendarat beregu dan perorangan.

Baca juga: KONI DI Yogyakarta Serahkan Bantuan Senilai Rp 90 Juta untuk FASI Terjun Payung DIY

Kali ini kontingen DIY diperkuat oleh tujuh atlet, antara lain, Yeni Dwi Hermillah, RR Yudiana, Rudy Hermawan, Taufiq Nandar, Endang Dwi Sulistyani, Hendro Satryo, dan Endang Trilibranta ditemani Slamet serta Condro Widodo sebagai pelatih.

Kontingen juga membawa dua mekanik yaitu Arif Suwito dan Ariyanto Bagus.

Selain itu, untuk upaya membawa pulang medali emas ke DIY, seluruh tim mulai dari atlet, pelatih, dan mekanik terjun payung DIY melakukan simulasi lapangan dalam latihan. 

Sebagai caranya, mereka mencari tempat latihan yang punya kemiripan dengan venue pertandingan di Papua agar cepat menyesuaikan diri dengan cuaca.

Baca juga: Puslatda Terjun Payung DIY Liburkan Aktifitas

“Kami juga dibantu informasi dari kawan atlet yang sempat tinggal di sana (Papua). Adaptasi sudah bagus karena kami sering berpindah-pindah tempat latihan untuk menyesuaikan diri,” jelas Slamet.

Selain itu Slamet menuturkan jika kontingen terjun payung akan berangkat lebih awal untuk melakukan adaptasi lapangan dan cuaca yang sesungguhnya di Papua.

"Biasanya sebelum tanding panitia memberi waktu satu hari untuk latihan, makanya kami akan berangkat duluan,” pungkasnya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved