Terima 52.000 Dosis, Pemkab Sleman Mulai Gunakan Vaksin Pfizer untuk Vaksinasi Covid-19

Terima 52.000 Dosis, Pemkab Sleman Mulai Gunakan Vaksin Pfizer untuk Vaksinasi Covid-19

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
SHUTTERSTOCK/Nixx Photography
Ilustrasi vaksin Covid-19 yang dikembangkan Pfizer dan Moderna berbasis teknologi genetik yang disebut mRNA (messenger RNA). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sleman menjadi Kabupaten pertama di Daerah Istimewa Yogyakarta yang mendapat distribusi vaksin Pfizer.

Pada pendistribusian tahap pertama ini, Pemkab Sleman menerima 52 ribu dosis vaksin.

Rencananya, vakssin Pfizer ini akan segera digunakan untuk program vaksinasi Covid-19 di Bumi Sembada.

"Vaksin Pfizer memiliki efek samping seperti AstraZeneca. Ada panasnya, ada kemeng (pegel). Tapi efikasinya tinggi mencapai 95 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama, ditemui di Pendopo Parasamya, kemarin. 

Saat ini Dinas Kesehatan sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat di tingkat Kalurahan maupun Kapanewon mengenai penggunaan vaksin Pfizer.

Vaksin ini diharapkan dapat segera terserap karena umurnya yang terbilang cukup pendek, yaitu, 20 hari di UPT Pengelolaan Obat dan Alat Kesehatan (POAK) dan 30 hari di fasilitas kesehatan baik di Puskemas maupun Rumah Sakit. 

Vaksin Pfizer dapat digunakan bagi masyarakat umum, mulai dari remaja usia di atas 12 tahun, lansia, ibu hamil, bahkan komorbid.

Cahya meminta masyarakat tidak takut dan tidak perlu ragu menggunakan vaksin jenis ini karena aman digunakan.

"Efek sampingnya masih seperti AstraZeneca. Nggak masalah," kata Cahya.

Baca juga: Alumni AKABRI 1996/BHARATASENA Gelar Vaksinasi Massal untuk Pelajar di Piyungan

Baca juga: Percepat Vaksinasi Covid-19, Kadin DIY Terapkan Strategi Jemput Bola

Bagi warga yang belum pernah menerima suntikan vaksin covid-19 dan ingin mendapatkan vaksin Pfizer, bisa mendaftarkan diri ke faskes terdekat. 

Hampir 70 Persen

Capaian suntikan vaksin covid-19 di Bumi Sembada sudah cukup tinggi.

Hingga, 20 September sudah hampir menembus 70 persen. Tepatnya 69,7 persen untuk suntikan dosis pertama.

Kemudian dosis ke-duanya 33,8 persen dan boster nakes sudah 83,63 persen.

Dengan capaian tersebut, Cahya optimis target Herd Imunity atau kekebalan komunal di akhir September dapat tercapai. 

"Bulan Oktober dosis pertama (diharapkan) dapat mencapai 100 persen. Kemudian dosis keduanya, tergantung jenis vaksin, mungkin pada Januari (2022). Tapi mudah-mudahan dosis pertama dapat tercapai 100 persen pada akhir tahun ini," ujar dia. (Tribunjogja/Ahmad Syarifuddin)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved